Premis Menjanjukan yang Kehilangan Fokus
Premis film ini cukup menjanjikan, seorang pemain figuran yang terlalu serius menjalani perannya. Alih-alih mendapat apresiasi, dia dibenci seluruh kru film karena bikin repot sehingga ditendang dari daftar pemain figuran.
Pemain figuran itu bernama Galang, yang diperani dengan cukup mengesankan oleh Jourdy Pranata. Seni akting bagi Galang adalah segalanya. Hal ini dibuktikan dengan pengorbanan yang luar biasa besar yang diberikan Galang demi menjadi pemain film. Namun puluhan tahun Galang tetap menjadi pemain figuran, padahal teman seangkatannya sudah mendapat Piala Citra, penghargaan paling diimpikan insan perfilman Indonesia.
Tetapi Galang tidak putus harapan. Dia tetap serius menjalani kariernya yang mentok sebagai pemain figuran. Meski sebagai figuran Galang tetap serius melakukan riset agar perannya sebagai figuran bisa sempurna. Bagi yang menonton film “The Fall Guy” (2024), film “Si Paling Aktor” mungkin akan mengingatkan kita ke film yang dibintangi Ryan Gosling itu, atau film “Once Upon a Time in Hollywood” (2019). Film yang bercerita tentang film dan di balik dunia perfilman.
“Si Paling Aktor” memiliki potensi besar untuk menjadi film bagus yang mampu mengkritisi dunia film itu sendiri dengan cara olok-olok dan semacamnya dunia sinema. Ody C. Harahap memang sempat mengarahkan film ini untuk mengolok-olok dunia sinema itu sendiri, tapi terlalu tipis dan nanggung. Film ini terlalu berhasrat untuk menjadi komedi, sehingga mengabaikan alur.
Bahkan Ody seperti kehilangan fokus. Penonton merasakan keraguan Ody menentukan fokus antara komedi, aksi, drama, atau satire industri film. Akibatnya, beberapa konflik terasa kurang tergarap mendalam dan sejumlah twist dapat ditebak sejak awal. Adegan aksinya memang menyenangkan, tetapi tidak cukup kuat untuk menjadi daya tarik utama, sementara unsur dramanya belum sepenuhnya mampu memberikan dampak emosional yang besar.Meski demikian, “Si Paling Aktor” tetap layak ditonton sebagai hiburan ringan yang menawarkan ide unik.
Film ini mengingatkan bahwa tidak ada usaha yang benar-benar sia-sia; keterampilan yang dipelajari dengan sungguh-sungguh suatu hari bisa menjadi penyelamat dalam situasi yang tak terduga. Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, film ini mungkin bukan karya yang sangat berkesan, tetapi cukup berhasil menghadirkan tawa, aksi, dan pesan tentang kerja keras dalam satu paket yang menyenangkan.
Skor: 6/10 Bintang
review oleh: Aris Kurniawan