Jejak Kaki Bersejarah Tenzing Norgay
Tayang Apple TV
Sebagai informasi, judul film di atas mengacu kepada sosok nama pendaki bernama Tenzing Norgay. Seorang sherpa yang mentabiskan dirinya menjadi pendaki utama ketika melakukan pendakian bersejarah. Tenzing Norgay bersama Ed Hillary (Sir Edmund Percival Hillary) menjadi manusia pertama yang berhasil menjejakan kaki di puncak Gunung Everest.
Film ini tentunya menjadi sebuah penghargaan karena mengangkat kisah Tenzing Norgay. Seorang pendaki yang mengawali dirinya sebagaii sherpa untuk para pendaki utama, namun berakhir menjadi pendaki yang bersama Ed Hillary menaklukan Everest.
Menariknya, sutradara Jennifer Peedom tidaklah gegabah untuk berfokus hanya di peristiwa pendakian hingga puncak. Namun, narasi justru dibuka dengan landskap yang indah akan Everest saat Tenzing masih kecil. Kisah lalu seringkali flashback untuk menggambarkan Tenzing dewasa, saat kecil, bahkan saat dirinya masih remaja untuk menentukan impiannya sejak kecil.
Kisahnya juga tak dibuat heroik ala hollywood mengenai pendakian bersejarah di Everest. Porsi film mampu menyesuaikan menggambarkan karakter Tenzing dari dirinya belia hingga dewasa. Film ini seakan menjadi koreksi sejarah ketika nama Ed Hillary yang seringkali lebih disebut sebagai orang pertama yang mendaki Everest.
Tanpa bermaksud terlalu lebay, penulis skenario Luke Davis dapat dikatakan dengan cerdik menempatkan sosok Tenzing dengan penuh karisma yang proporsinal dan juga pergoalakan spiritual dirinya sebagai jantung cerita.
Jennifer Peedom, yang sebelumnya dikenal lewat dokumenter berjudul “Sherpa”, membawa pemahaman budaya yang mendalam. Memperlihatkan Tenzing bukan hanya sebagai pendaki yang kuat, melainkan sebagai pria dengan impian besar, beban tanggung jawab keluarga, dan kecintaan yang murni pada gunung yang ia anggap suci.
Kelebihan yang juga musti dibicarakan dari film ini adalah sinematogri indah dari lanskap Everest. Pendekatan yang autentik menjadikan lanskap Himalaya begitu menakjubkan namun juga tergambarkan mematikan bagi setiap pendaki yang mencobanya.
Pada akhirnya, film ini mencoba adil dan sejajar meski sebuah film biografi. Sosok Tenzing dan Ed Hillary dalam film ini digambarkan sebagai mitra yang setara ketika berjuang bersama mendaki. Mereka tidak hanya berbagi ambisi yang sama, melainkan juga harus menghadapi ketidakpastian, kelelahan, dan ketakutan yang mendalam bersama-sama. Chemistry antara kedua aktor utama ini terasa sangat tulus, menjadikannya salah satu kemitraan yang sportif dalam kisah pendakian pada ekspedisi yang berlangsung.
Terlebih sebagai penutup adalah pengangkatan isu sosial terhadap para sherpa yang seringkali terpinggirkan dalam kisah pendakian. Film ini berhasil memberikan penggambaran pentingnya sherpa dan status mereka yang bukanlah “pembantu” atau “pekerja saja”. Namun mereka adalah bagian dari setiap tim. Tanpa kehadiran sherpa hampir mustahil pendakian di Everest atau gunung lainnya akan berhasil.
SKOR: 8/10 Bintang
review oleh: John Tirayoh
Tayang 16 Oktober 2026