Kejayaan dan Keruntuhan Kartel Cali
Serial Narcos tidak hanya didesain untuk hanya mengisahkan perjalanan Kartel Medelin yang dipimpin oleh Pablo Escobar. Di jaman yang sama juga ada Kartel Cali yang berkuasa. Dimana Kartel ini jauh lebih profesional dalam menjalankan bisnis.
Setelah semua mata aparat anti narkoba tertuju pada Escobar, diam-diam Kartel Cali mengambil alih seluruh bisnis utama Escobar. Awalnya sebagai perjanjian, Escobar menguasai pasar peredaran di Florida, maka Kartel Cali menguasai peredaran di New York, AS.
Kartel Cali yang di musim pertama dan kedua sebenarnya telah tampil sekilas dalam kisah Pablo Escobar. Namun untuk musim ke-3 menjadi panggung utama dalam penggambaran kejayaan serta kejatuhannya.
Kolumbia dan terutama AS, kali ini sudah menargetkan Kartel Cali untuk diberangus. Berbeda dengan Pablo Escobar, untuk Kartel Cali dipimpin secara gotong royong oleh 4 gembong utama.
Kartel Cali lewat sosok paling berwibawa Gilberto (Damian Alcazar) yang menyadari bahwa bisnis mereka suatu saat bisa runtuh dan bernasib sama seperti Kartel Medelin pimpinan dari Pablo Escobar. Jalan keluarnya, Gilberto memilih ide mengeruk pundi uang dengan batas waktu terbatas lalu memilih jalan untuk bisnis secara legal.
Meskipun tak sepenuhnya disetujui oleh para pimpinan lain, namun yang lainnya memilih mencoba jalan tersebut. Meskipun faksi lain di kartel Cali menganggap hal tersebut adalah jalan mustahil dan bisnis narkoba sudah mendarah daging.
Berbeda dengan Kartel Medelin yang hampir sulit menembus orang dalam untuk dijadikan mata-mata oleh para agen DEA yang ingin menghancurkan kartel, maka dalam Kartel Cali ada sosok penting yang ternyata bisa direkrut untuk menangkap para gembong narkoba. Hal ini yang menjadi kisah utama bagaimana Kartel Cali akhirnya runtuh.
Meskipun Narcos musim ke-3 kehilangan sosok Wagner Moura dengan perannya sebagai Pablo Escobar, namun musim ke-3 tetap mampu menjaga ketegangan dan tetap tampil apik. Meskipun penonton musti penyesuaian ulang di beberapa episode awal yang begitu berbeda aura karena penggambaran gaya Kartel Cali dengan Kartel Medelin.
Kisahnya lebih mengedepankan ketegangan dari sudut pandang kehadiran orang dalam Kartel Cali yang dijadikan mata-mata oleh Pemerintah AS dan juga Kolombia. Permainan kejar mengejar ala kucing dan tikus ditampilkan begitu kuat dibandingkan gaya memburu Pablo Escobar di Narcos musim pertama dan musim ke-dua.
Secara keseluruhan, Narcos musim ke-3 adalah sebuah pencapaian luar biasa yang berhasil membuktikan kekuatan struktur naskah dan penyutradaraannya tanpa harus bergantung pada sosok ikonik Pablo Escobar. Alurnya menggeser fokus dari perang jalanan yang brutal menuju konspirasi korporat dan intrik spionase. Musim ke-3 ini menyajikan penutup trilogi Kartel Kolombia yang sangat memuaskan, cerdas, dan tetap menegangkan dari awal hingga akhir.
Beberapa keseruan dan kisah tetaplah sama dengan dua musim sebelumnya. Menariknya, di episode akhir menjadi memberikan keterangan dalam sebuah dialog bahwa kehancuran dua kartel besar bukanlah akhir dari kemenangan melawan peredaran narkoba. Namun pasar perederan menjadi jalan masuk bagi Kartel Meksiko mengambil posisi kartel Cali dan Medelin. Secara geografis, para Kartel Meksiko justru menjadi pemain utama yang menguasai pasar dan mempunyai keuntungan geografis yang berbatasan langsung dengan AS.
Skor: 8/10 Bintang
review oleh: John Tirayoh