To Live and Die in Apartment
Reputasi Herwin Novianto sineas adaptasi laris dari Duren Tiga rupanya perhatian rumah produksi tetangga. Tawaran pun datang dari Cikini. Herwin diorder menggarap ulang horor komedi asal Tailan, Buppah Rahtree. Sim salabim jadi apa, jadilah Warga Rusun 609.
Herwin membuka ceritanya lewat Arka (Morgan Oey), mahasiswa tajir yang hubungan cintanya dengan Bunga (Ranty Maria) kandas gegara taruhan iseng. Lalu Bunga ditemukan tewas dan arwahnya betah di kamar rusun Unit 609. Para tetangga pun panik, apalagi mereka menghadapi ancaman penggusuran. Rupanya Bunga ogah pergi sebelum Arka memenuhi janji terakhirnya.
Sebagai horor komedi, skenario Upi bekerja cukup efektif. Mereka yang belum pernah nonton film aslinya tak akan kesulitan mengikuti cerita. Warga Rusun 609 punya materi komedi yang kuat, terutama karena dukungan para pemain yang memang punya talenta melucu secara natural, macam Aming, Sarah Sechan, hingga Yono Bakrie.
Porsi horornya yang justru terasa minim. Adegan yang semestinya menegangkan malah sering dibelokkan buat jadi bom tawa. Kengerian itu nyaris tak lagi tersisa. Lebih-lebih sosok hantunya juga tak cukup menyeramkan untuk membuat penonton bergidik.
Humornya tidak cuma mengandalkan slapstick, aksi kejar-kejaran ala Scooby-Doo, atau mantra dukun yang fafifu wasweswos. Ada pula detail-detail kecil yang menghibur lantaran unik, seperti logat Karo dari pasangan yang diperankan Tanta Ginting dan Gita Bhebhita.
Pada beberapa bagian, dialognya berani bermain di tepi jurang. Salah satunya ketika karakter non-Muslim terkaget-kaget, pas tersadar tubuhnya dibalut kain kafan. Selera humornya memang tak biasa. Di situlah Warga Rusun 609 menemukan cara untuk membuat cerita hantu terasa lebih kocak ketimbang menyeramkan.
Ya, seperti film horor komedi adaptasi Herwin sebelumnya, -Kang Mak misalnya- Warga Rusun 609 lebih solid sebagai produk komedi ketimbang horor. Ada banyak momen lucu, tetapi gagal membangun atmosfer yang membuatnya terasa mengancam. Hantunya pun malah lebih sering menjadi objek humor ketimbang teror. Enjoy aja deh.
Skor: 7/10 Bintang
review oleh: John Tirayoh