Confession of a Satanic Mind
Setelah sukses box office 2024 lalu, “Kuasa Gelap” punya sekuel: “Kuasa Gelap: Perjanjian Darah”. Diarahkan Rizal Mantovani, duet aktor Jerome Kurnia dan Lukman Sardi kembali sebagai ahli ruqyah berizin resmi dari Vatikan.
Kini lawan mereka Rephaim, entitas kuno yang bangkit dari perjanjian darah, semacam praktik pesugihan. Jika film pertama berpusat pada satu keluarga, ancamannya meluas ke penjuru kota.
Teror bermula dari Daniel (Venly Arauna), putra keluarga tauke kapal di pantai Jawa Timur. Akibat gangguan mental, polah Daniel jadi tak terkendali. Kasus ini menggiring jagoan kita kembali head to head kontra kekuatan gelap.
Secara teknis, filmnya cukup meyakinkan. Ritual Katolik ditampilkan dengan detail, didukung tata suara dan visual yang lebih gokil. Tensi dibuat naik sejak awal, sayang daya gigitnya melemah ketika cerita memasuki klimaks.
Masalah utama ada pada cerita yang melebar tanpa fondasi informasi kuat. Latar belakang dan kekuatan Rephaim tak tergali dengan baik. Sistem perjanjian darah tampak mengambang, sementara prosedur Gereja saat menangani kasus macam ini tak dijelaskan secara cukup. Akibatnya, sejumlah elemen terasa sekadar tempelan demi amplifikasi skala teror.
Satu lagi, kisahnya terlalu banyak mengulik masa lalu Romo Rendra (Lukman Sardi). Drama pribadi sejatinya bisa membantu sisi emosional, namun akibat kadar yang berlebih malah mengurangi porsi ancaman Rephaim untuk menguat. Konflik personal yang kurang klop dengan narasi utama malah mengecoh perhatian.
Ya, terlalu banyak detail bikin pecah fokus cerita, alhasil penjelasan penting acap terasa gantung. Penonton kudu merangkai sendiri hubungan antarelemen cerita. Rasa penasaran memang penting dalam film misteri, tetapi bukan untuk menutupi penjelasan yang gagal dari skenario.
“Kuasa Gelap: Perjanjian Darah” gagal menuntaskan ketegangan yang dibangun sejak awal. Visual megah dan bahaya yang lebih luas tak cukup menciptakan teror sepadan. Alih-alih membawa kengerian, film ini justru membuat penonton sibuk mencari jawaban atas cerita yang tak kelar.
Skor: 7/10 Bintang
review oleh: Bobby Batara