Terjebak Saat Menangkap Sang Pimpinan Kartel
Tayang Netflix
Film ini merupakan kisah nyata dari pengalaman dua polisi yang berhasil menangkap pimpinan tinggi gembong narkoba yang masuk dalam Kartel Sinaloa. Nama kartel ini merupakan mimpi buruk bagi para penegak hukum karena dianggap kartel yang brutal dan menguasai daerah Sinaloa di Meksiko.
Film ini diangkat dari kisah nyata penangkapan gembong narkoba bernama Joaquin “El Chapo” Guzman di wilayah Sinaloa. Peristiwa itu terjadi pada awal tahun 2016 lalu.
Namun, kisahnya bukanlah tertuju pada sosok El Chapo. Namun pada sosok Carmona (Alfonso Herrera) dan Rosales (Noe Hernandez) yang merupakan polisi federal. Carmona adalah polisi biasa yang hidupnya sempat trauma dalam masa lalu saat terlibat baku tembak.
Dirinya lalu dipasangkan dengan Rosales seorang polisi federal lainnya sebagai partner dalam patroli malam hari. Pertama Carmona kurang percaya dengan Rosales sebagai partner barunya. Kedua mereka patroli di daerah yang sewaktu-waktu sindikat narkoba bisa saja ditemui.
Di tempat terpisah, pasukan khusus Meksiko dari angkatan Laut, berhasil mendapatkan lokasi dari El Chapo. Pasukan elit ini menggrebek namun sialnya, El Chapo bersama ajudannya berhasil melarikan diri.
Ketika hari sudah pagi, di jalan Carmona dan Rosales berhasil menghentikan kendaraan yang dicurigai dan penumpang tersebut adalah El Chapo dan ajudannya yang berusaha melarikan diri.
Bagi Carmona dan Rosales ketika menangkap El Chapo bukanlah berpikir penghargaan. Namun, bisa jadi ini akan membahayakan nyawa mereka dan keluarga. Karena selain mereka yang akan diincar karena menangkap, saat penangkapan, mereka jauh dari markas polisi.
Seperti sudah jadi rahasia umum, karena kepolisian federal begitu banyak yang jadi mata-mata kartel dan disogok. Keselamatan keduanya dan keluarga tentunya jadi ancaman bagi nyawa mereka. Film ini akan menggambarkan bagaimana kisah akhir nasib dari Carmona dan Ramoles. Termasuk keluarga mereka yang juga menjadi incaran kartel.
Film ini berhasil menangkap ketegangan di posisi Carmona dan Romales kepada penonton. Situasi justru menjadi buruk bagi keduanya dan itu tersaji hingga akhir film. Perjalanan membawa El Chapo meski terasa lamban namun tersaji denga tensi tinggi kepada penonton. Ini menjadi salah satu kelebihan utama.
Secara cerdas El Chapo juga bisa tampil beda dengan mengalihkan fokus kemewahan dunia kartel menuju sudut pandang kelas bawah. Aura paranoia mengubah narasi peristiwa penangkapan menjadi sebuah thriller survivalpsikologis yang realistis dan mencekam sejak menit pertama.
Alfonso Herrera dan Noé Hernández berhasil menampilkan keputusasaan, moralitas yang diuji, serta ketakutan nyata dari manusia biasa saat berhadapan langsung dengan ancaman mematikan. Dinamika ketegangan yang dibangun dengan narasi penyuapan terhadap keduanya, ancaman keluarga, dan teror serbuan kartel berpacu dengan waktu, mampu menjaga level adrenalin penonton tetap tinggi tanpa perlu mengandalkan adegan tembak-menembak yang berlebihan.
Film Meksiko ini tidak hanya menawarkan sensasi ketegangan tanpa basa-basi, tetapi juga memberikan penghormatan emosional pada realita kelam dan posisi serba salah yang kerap dihadapi para aparat lapangan di tengah perang melawan kartel.
Skor: 7.5/10 Bintang
review oleh: John Tirayoh