1 Bintang 7 Komika (11 Pramuwisma)
Agensi Rumah Tangga punya premis asyik. Katia (Enzy Storia), buruh startup korban PHK, coba bertahan hidup dengan membuka usaha penyalur asisten rumah tangga (ART). Dari sini, film arahan Naya Anindita memadukan masalah perempuan pekerja dan komedi.
Naskah karya Upi dan Ayu Anggraini Putri ini diadaptasi dari novel Almira Bastari. Tujuh komika perempuan menjadi tim inti dari 11 ART. Sekilas deja vu pada Comic 8: sama-sama banyak komika dengan harapan bisa hadirkan banyak bom tawa.
Namun, film ini cenderung mengambil jalan pintas. Masalah sosial yang sebenarnya serius dikemas menjadi sumber punchline. Perempuan marginal dengan suami pemalas, KDRT, isu agama, hingga karakter sensual, semuanya diperas untuk menghasilkan kelakar.
Ironisnya, Naya seperti ingin merayakan keberagaman perempuan, tetapi yang hadir justru aneka stereotip. Ada yang cerewet, sensual, religius, hingga miskin dan penuh masalah. Perbedaan karakter akhirnya lebih sering dipakai sebagai bahan lelucon ketimbang memberi mereka ruang sebagai manusia.
Katia sendiri digambarkan terlalu mulia dan kadang naif. Ia membuka peluang kerja bagi perempuan yang berada di pinggir ekonomi. Sayangnya, film tak memberi cukup ruang bagi para ART untuk berkembang sebagai sosok utuh. Mereka lebih sering berfungsi sebagai sumber komedi yang bergantian menghadirkan lelucon.
Padahal, masalah ART punya lapisan yang jauh lebih kompleks: relasi kuasa, ketidakpastian kerja, upah, hingga perlindungan dari kekerasan. Di sini, persoalan tersebut lebih banyak menjadi latar ketimbang bagian penting dari cerita.
Sementara karakter pendukung yang lebih tenang, seperti ibu Katia, Sashi (Fita Anggriani), dan Kafka (Afgan), memang memberi napas drama. Namun, semakin ramai parade komedinya, semakin kabur pula profil Katia sebagai fokus cerita.
Akhirnya Agensi Rumah Tangga sebatas perayaan komedi yang dipanen dari masalah sosial. Ada ledakan tawa, namun usai pesta muncul pertanyaan: film ini sedang menertawakan keadaan, atau justru menertawakan mereka yang menjadi korbannya?
Jika jawabannya yang kedua, humornya mendadak tak selucu itu.
Skor: 7/10 Bintang
review oleh: Bobby Batara