Drama yang Berhasil Menguras Emosi
Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu? datang sebagai remake film Korea Selatan Wedding Dress (2010). Tayang 24 September 2026, film ini berhasil mengajak ketawa sekaligus menangis bareng di bioskop. Faktanya, setelah gala premier berlangsung pada Sabtu, 19 September, para penonton tak mampu menahan tangisnya dari awal hingga akhir. Ini bukti bahwa film ”Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu? ” berhasil mengaduk perasaan, terutama bagi para ibu dan anak yang menonton.
Ceritanya masih berpusat pada hubungan ibu dan anak: Stella (Marsha Timothy), seorang ibu tunggal sekaligus desainer gaun pengantin, harus menghadapi kanker stadium akhir dan mulai mempersiapkan putrinya, Rere (Fara Shakila), untuk menjalani hidup tanpa dirinya.
Secara cerita, film ini memang tidak menawarkan sesuatu yang benar-benar baru. Bahkan bagi penonton yang sudah menyaksikan Wedding Dress, beberapa momen terasa familiar. Konsep ibu yang menyiapkan “gaun masa depan” untuk anaknya tetap menjadi salah satu simbol utama cerita.
Namun, versi Indonesia mencoba membuat hubungan Stella dan Rere terasa lebih dekat dengan kehidupan keluarga Indonesia. Marsha Timothy membawa Stella sebagai sosok ibu yang tidak hanya sedih karena penyakitnya, tetapi juga sibuk memikirkan hal-hal praktis yang harus ditinggalkan untuk anaknya.
Di sinilah perbedaannya mulai terasa. Wedding Dress punya kekuatan pada hubungan Go-eun dan So-ra yang berkembang perlahan. Film Korea tersebut juga memberikan ruang cukup besar untuk memperlihatkan perubahan So-ra setelah mengetahui kondisi ibunya.
Sementara Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu? terasa lebih cepat dalam menyampaikan pesan tentang kehilangan dan kasih sayang ibu. Beberapa adegannya memang sengaja dibuat untuk menguras emosi penonton. Hasilnya, film ini lebih mudah mengajak penonton masuk ke sisi sentimental cerita, meski bagi penonton yang sudah mengenal Wedding Dress, efek kejutnya tentu tidak lagi sama. Ya, memang film remake selalu mendapat resiko seperti ini, namun tidak mengurangi rasa ingin tahu pada akhir filmnya.
Yang menarik justru chemistry Marsha Timothy dan Fara Shakila. Hubungan Stella dan Rere menjadi pusat film dan membuat cerita tetap berjalan meski garis besarnya sudah diketahui sejak awal. Makin terasa lebih lengkap karena para pemeran pendukung juga memberikan kontribusi mereka secara maksimal. Mampu menggambarkan kesedihan keluarga dan orang sekitar Stella yang khawatir satu sama lain.
Pada akhirnya, Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu? bukan remake yang berusaha mengubah total Wedding Dress. Film ini mempertahankan fondasi cerita 2010, lalu membungkusnya dengan konteks dan emosi yang lebih Indonesia. Buat penonton yang belum pernah melihat versi Korea, film ini bisa menjadi drama keluarga yang sederhana dan menyentuh. Sementara bagi penggemar Wedding Dress, pertanyaan utamanya bukan lagi “bagaimana ceritanya?”, melainkan seberapa kuat versi Indonesia ini dapat membuat kita kembali merasakan kehilangan yang sama.
Skor: 7.5/10 Bintang
review oleh: Ningrum