Gagal Memberikan Ketegangan Penyanderaan
Penyanderaan di toko Apple Amsterdam pada Februari 2022 menjadi kisah dalam film ini. Detik-detik penyanderaan selama 5 jam coba dikonstruksi ke layar lebar dalam film ini.
Kisahnya sederhana, seorang pria yang kelak diketahui mempunyai catatan kriminal masuk ke dalam toko Apple pada Februari 2022. Pria tanpa ideologi atau tujuan jelas tersebut akhirnya berhasil menyandera seorang sandera bernama Ilian Petrov yang sedang mengunjungi Amsterdam.
Sementara puluhan orang lainnya berhasil keluar toko dan beberapa bersembunyi di ruangan kecil dalam toko. Kisahnya lalu bergulir bagaimana aparat kemanan berusaha melumpuhkan sang penyandera dengan meminimalkan korban jiwa.
Sebagai sebuah film yang diangkat dari kisah nyata, namun film ini memakai semua nama karakter dalam film dengan nama fiktif. Terutama nama sang sandera yang aslinya tak mau identitasnya diketahui secara publik. Sehingga dalam film ini namanya disamarkan. Begitu juga nama karakter lainnya yang akhirnya ikut disamarkan.
Hal lain juga yang membedakan adalah toko Apple di Amsterdam yang menjadi setting peristiwa sebenarnya. Dalam film ini, pembesut film tak mendapatkan ijin dari Apple. Hingga akhirnya seluruh setting menggunakan tempat lain dengan menyamarkan menjadi toko Apple.
Sebagai sebuah film kisah nyata yang inti cerita adalah penyanderaan, harusnya film ini mampu menampilkan ketegangan yang berlangsung. Sayangnya, film ini gagal dalam memberikan nuansa ketegangan dalam penyenderaan.
Adegan dari awal penyenderaan hingga akhir terlihat biasa saja dan monoton. Tak ada sesuatu yang membuat penonton berdebar atau merasa di situasi yang dialami saat penyanderaan.
Kegagalan lainnya adalah motif utama penyandera yang tak mampu diberikan kepada penonton. Seakan sang penyandera hanyalah seorang yang kurang kerjaan lalu memilih sensasi menyandera di toko Apple dan merepotkan petugas keamanan.
Secara keseluruhan film ini tetap cukup baik dari dramatisasi yang dilakukan namun tetap memakai kisah sebenarnya cukup utuh. Sayangnya, film ini menjadi biasa saja ketika tak mampu memberikan sebuah ketegangan dalam situasi penyanderaan yang menjadi menu utama film.
Skor: 6.5/10 Bintang
review oleh: Jonathan Ricky