Horor dengan Plot Twist Terbaik
M. Night Shyamalan berhasil mengukuhkan dirinya sebagai sutradara papan atas genre horor lewat film horor psikologis dalam film ini. Sebuah maha-karya epik sinema dalam genre horor yang begitu mumpuni. Film ini tampil elegan dari alur cerita yang perlahan namun mencekam dan membuat penonton bekerja-keras untuk menerka apa yang sebenarnya terjadi.
Peran utama dipegang oleh sosok Malcolm (Bruce Willis) yang tiba-tiba saja berinteraksi dengan seorang bocah bernama Cole (Haley Joel Osment). Cole sendiri dibesarkan oleh sang ibunda Lynn (Tonny Collete).
Alur kisah lalu mengikuti perjalanan Malcolm yang menemani Cole bocah sembilan tahun yang terasa penyendiri, ketakutan, serta seperti terisolasi dari lingkungannya. Cole sendiri mempunyai kelebihan namun juga kutukan ketika dirinya mampu melihat arwah gentayangan yang seliweran.
Mencoba membandingkan bahwa horor era 90-an adalah horor yang memakai rumus jump scare atau elemen slasher untuk menarik penonton. Terbukti, bahwa film-film horor tersebut seringkali laku di pasaran. Namun, Sixth Sense memakai pola yang berbeda. Rumus sang sutradara terasa orisinil ketika adegan-adegan tak harus memakai jump scare namun mampu membuat penonton ketakutan dan ketegangan terasa dari awal hingga akhir film.
Film ini membangun rasa takut melalui atmosfer yang dingin, keheningan yang mencekam, dan ketegangan psikologis secara natural dengan akting yang brilian dari tokoh utama.
Bintang cilik Haley Joel Osment tampil brilian sebagai bocah yang ketakutan namun juga ingin merasionalkan segala penglihatannya kepada sang ibu. Bruce Willis melepas baju pahlawan John McLane dengan apik ketika memerankan Malcolm sebagai pendamping dari Cole.
Namun runutan cerita tersebut berhasil tersaji dengan epik di akhir kisah mengenai teka teki yang sedari awal belum terungkap. Plot Twist yang dihadirkan begitu mencengangkan, tak terbayangkan, dan mulus sebagai akhir dari kisah film ini.
Terlebih adegan yang tanpa memasukan unsur roh halus ketika sosok Vincent (Donnie Walhberg) hadir meski sebentar namun memberikan rasa kengerian yang tak terkira. Adegan ini menjadi salah-satu adegan seram tanpa musti kita berhadapan dengan roh halus layaknya yang muncul dari film-film horor.
Pada akhirnya, Sixth Sense berdiri kokoh sebagai mahakarya horor psikologis berkat kepiawaian M. Night Shyamalan dalam merajut ketegangan atmosferik, penggunaan visual yang presisi, dan penyampaian twist ending paling ikonik dalam sejarah sinema.
Skor: 8.5/10 Bintang
review oleh: John Tirayoh