Film Jelangkung (2001) sukses besar saat tayang di layar lebar. Film Indonesia saat itu terpinggirkan setelah era kekelaman sejak awal 90an.
Namun Jelangkung menjadi fenomena pada saat penayangannya di tahun 2001. Film ini membuat bergeliat perfilman nasional, setelah Film Petualangan Sherina (2000) juga berhasil memikat hati penonton tanah air.
Berikut beberapa trivia dari film Jelangkung:
BERJUDUL AWAL HUTAN BAMBU
Menurut Erwin Arnada, film Jelangkung awalnya berjudul Hutan Bambu. Namun duet sutradara Rizal Mantovani dan Jose Purnomo menggantinya menjadi Jelangkung.
AWALNYA UNTUK FTV TRANS TV
Jelangkung sedari awal tidak dirancang untuk menjadi film layar lebar saat itu. Justru, film ini dirancang untuk FTV di Stasiun Televisi Trans. “Saya yang nekat produserin untuk jadi layar lebar diputar di bioskop.” Ujar @dewaaphrodite Erwin Arnada sebagai produser film ini.
TANPA IKLAN DAN SPONSOR, AWAL HANYA DIPUTAR DI 1 BIOSKOP
Film ini awalnya hanya diputar hanya di 21 Cineplex Pondok Indah. Penuhnya penonton membuat akhirnya diputar di bioskop 21 Cineplex Blok M Plaza. Bahkan menurut Erwin Arnada, awal diputar belum menggunakan Seluloid namun dalam bentuk format DVD. Setelah pemutaran di 21 Pondok Indah dan Blok M Plaza, akhirnya film ini tayang nasional pada Oktober 2001 dan harus menggunakan pita seluloid.
BERTAHAN 6 BULAN DI 21 CINEPLEX PONDOK INDAH
Setelah tayang Nasional, Jelangkung laris keras meski saat itu ada film Box Office seperti Harry Potter and the Sorcerer’s Stone sedang tayang. Menurut Erwin Arnada, Jelangkung mampu bertahan selama 6 bulan tayang di 21 Pondok Indah. Bahkan di 21 Megaria, film ini sampai menyediakan 4 studio saking membludaknya penonton.
Sumber Foto: Courtesy Erwin Arnada