Kisah Gerry Conlon: Dipenjara Bersalah. Keadilan yang dikhinati Aparat
Film ini diangkat dari kisah nyata Gerry Conlon, seorang pemuda asal Belfast, Irlandia Utara, yang dituduh terlibat dalam pemboman pub Guildford pada tahun 1974. Bersama tiga orang lainnya yang kemudian dikenal sebagai “Guildford Four”, Gerry dijebloskan ke penjara dengan tuduhan terorisme.
Ayahnya, Giuseppe Conlon, juga ditangkap karena dianggap membantu menutupi kejahatan putranya. Dalam penjara, hubungan ayah dan anak yang tadinya renggang mulai berubah. Mereka menemukan kembali ikatan emosional di tengah ketidakadilan yang menimpa mereka.
Bertahun-tahun Gerry berjuang membuktikan dirinya tidak bersalah. Dengan bantuan pengacara Gareth Peirce, ia melawan sistem hukum Inggris yang korup dan penuh bias terhadap warga Irlandia pada masa konflik. Film ini adalah kisah tentang ketidakadilan hukum, hubungan ayah-anak, serta perjuangan panjang demi kebenaran.
Bayangkan sebuah hidup yang direnggut tanpa alasan. Itulah yang dialami Gerry Conlon. Tanpa bukti kuat, ia dipaksa menandatangani pengakuan palsu, dijebloskan ke penjara, dan divonis seumur hidup. Bersamanya, tiga orang lain ikut terjerat.
Film ini bukan sekadar drama pengadilan, melainkan potret kelam sejarah Inggris saat “The Troubles”. Ketika ketegangan politik membuat orang Irlandia mudah dijadikan kambing hitam. Polisi menutupi bukti, pengadilan buta akan kebenaran, dan nyawa manusia seakan tak berharga dibanding kepentingan negara.
Kejahatan Aparat keamanan yang tak mampu mengungkap kasus, dengan gampangnya hanya mencari kambing hitam. Gerry Conlon adalah korban dari ketidak-adilan. Keadilan yang dikhianati aparat karena ketidakmampuan mereka mengungkap kasus.
Akting luar biasa ditunjukan Daniel Day-Lewis sebagai Gerry Conlon, film ini mengajak penonton untuk merasakan amarah, putus asa, sekaligus harapan yang nyaris padam. Setiap adegan seakan menampar nurani: betapa tipisnya jarak antara kebebasan dan ketidakadilan.
Nilai: 8/5/10
review oleh: John Tirayoh