Bukan Malaikat, hanya Seorang Wanita yang Peduli
Film ini diangkat dari kisah nyata yang terjadi di Louisville, Kentucky, pada tahun 1994. Cerita berpusat pada Sharon Steven, seorang penata rambut yang tangguh namun memiliki masalah pribadi, kecanduan alkohol, dan hubungan yang tak harmonis dengan keluarganya. Sharon membaca berita tentang seorang ayah tunggal bernama Ed Schmitt yang berjuang menyelamatkan putrinya bernama Michelle yang sakit berat dan membutuhkan transpalantasi hati, Sharon dengan niat tulusnya merasa terpanggil untuk menolong.
Bantuan Sharon awalnya membuat Ed bingung. Terlebih gaya Sharon yang terlihat urakan, cuek, namun sedikit demi sedikit, Ed mampu melihat ketulusan Sharon dalam membantu keluarganya tanpa agenda apapun. Ketika kondisi Michelle dalam kondisi kritis, pertolongan kecil itu tumbuh menjadi perjuangan luar biasa. Di tengah badai salju besar dan keterbatasan dana, Sharon menolak menyerah. Ia menggerakkan seluruh kota, memimpin aksi solidaritas, dan membuktikan bahwa keajaiban bisa datang dari orang-orang biasa dan sekitar kita.
Ordinary Angels bukan sekadar film tentang kebaikan, tapi tentang iman, kehilangan, dan keberanian untuk peduli di saat hidup sendiri rapuh. Hilary Swank menampilkan permainan hati yang tulus. Bukan sebagai malaikat sempurna, melainkan manusia yang mencoba menebus masa lalu lewat perbuatan nyata.
Sementara Alan Ritchson menghadirkan sisi ayah yang tangguh tapi hancur di dalam. Film ini terasa sederhana, namun justru di sanalah kekuatannya. Di tengah sinisme dan ketidakpedulian dunia modern, kisah Sharon mengingatkan bahwa keajaiban tidak turun dari langit, namun keajaiban diciptakan oleh manusia biasa yang memilih untuk bertindak luar biasa. Secara keseluruhan, Ordinary Angels adalah drama yang hangat, inspiratif, dan sangat menyentuh. Terlepas dari unsur melodrama dan penyederhanaan isu yang ada, film ini berhasil mencapai tujuannya, yaitu: Merayakan kekuatan kebaikan hati manusia.
Nilai: 7.5/10
review oleh: Aisyah Sharifa