Thriller Intelejen Plus Kisah Aksi yang Tetap Memukau
Serial Lioness Season 2 (Musim ke 2) yang tayang di Prime Video Indonesia, memberikan kelanjutan aksi para Lioness -julukan bagi para agen wanita dari CIA (Badan Intelejen AS)- untuk kembali terlibat dalam segala bentuk konspirasi tingkat global yang menjadi ancaman terhadap keamanan AS.
Musim ke 2 tetap hadir sebanyak 8 Episode mengikuti musim pertamanya dengan jumlah episode yang pertama. Apabila pada musim pertama bergelut mengenai perang tersembunyi antara AS dan para musuhnya di Timur Tengah, maka kali ini mengambil setting dengan awalan terlibatnya Kartel Narkoba.
Secara yuridiksi, terkait penanggulanan narkoba yang mengincar kartel merupakan tugas dari badan DEA (Badan khusus di AS yang mengurusi/memerangi pemberantasan narkoba). Namun CIA yang merupakan badan intelejen harus terlibat dengan para kartel ketika ada ancaman dari luar negeri yang tak sekedar kasus narkoba. Ternyata badan intelejen Tiongkok memanfaatkan jaringan narkoba demi perang intelejen dan menjadi persoalan global yang mengkhawatirkan bagi keamanan AS.

Dimulai dari episode awal yang mengisahkan penculikan seorang senator AS yang rumah-nya tak jauh dari perbatasan AS-Meksiko oleh kartel narkoba berpengaruh. Awalan ini menjadi sambungan kisah dari musim pertama, sebagai bentukan pembalasan kartel Los Tigres kepada pemerintah AS karena pembunuhan Alvaro Parra pemimpin mereka.
Namun, kisah tak berhenti hanya pada pembebasan senator AS yang diculik dan keterlibatan CIA dalam menghancurkan kartel Los Tigres. Justru ada kaitan dari intelejen Tiongkok yang memanfaatkan kartel dalam perang tersembunyi secara global antara negara AS melawan Tiongkok di tingkat intelejen.
Kisah perang intelejen dalam musim ke 2 memang sangatlah kompleks meski diramu sedemikan sederhana untuk tak membingungkan penonton. Pada akhirnya ada ramuan kisah untuk mengelabui dinas intelejen AS agar berkonsentrasi untuk mengeliminasi kartel, sementara tujuan utama adalah membantu Iran membangun fasilitas nuklir baru sebagai musuh utama AS.
Musim ke 2 Lioness tampil jauh lebih baik dari sisi cerita dan juga paduan aksi di lapangan. Keterlibatan karakter baru bernama Josephine “Josie” Carillo yang merupakan pilot wanita pesawat tempur AS yang bertugas di Irak, namun mempunyai ikatan darah dari pamannya yang merupakan gembong narkoba Los Tigres.
Drama konspirasi tingkat tinggi global dalam bidang intelejen tersaji dalam setiap episode lewat adegan-adegan yang melibatkan aktor seperti Nicole Kidman, Morgan Freeman, serta Michael Kelly yang memerankan posisi/jabatan tinggi di pemerintahan.

Sementara Zoe Zaldana yang merupakan bintang utama memerankan karakter Joe seorang wanita tangguh di lapangan dalam mengendalikan tim dan juga berhubungan penting dengan para petinggi CIA dalam misi yang musti dilakukan.
Lioness Musim ke 2 tentunya masih berhubungan erat dengan musim pertama sebagai awalan dari serial yang menggabungkan konspirasi internasional, perang intelejen, serta aksi memukau para agen CIA di lapangan dalam menghadapi para musuhnya baik di tingkat dalam negeri atau di luar AS di berbagai belahan dunia.
Penekanan karakter Joe sebagai tokoh utama digambarkan mengalami dilemma saat musti juga menjaga hubungan keluarganya dengan pekerjaannya yang mengancam nyawa serta begitu pelik dalam menghadapi dunia intelejen yang taka da batas normal bagi manusia pada umumnya.
Sebagai kelebihan serial Lioness musim ke 2 mampu tampil klimaks di akhir episode dengan penggambaran pertempuran antara tim CIA yang didukung oleh militer AS melawan kekuatan bersenjata Iran. Pujian lain, tentunya sebagai sebuah serial, adegan pertempuran/aksi tampil memukau layaknya sebuah film aksi layar lebar.
Sebagai kekurangan, mungkin pertempuran ini meski dikemas sesuai film aksi dengan kekinian, namun tetap terlihat sangat Amerika layaknya Rambo pada era 80-an. Keperkasaan AS begitu ditonjolkan ketika dalam pertempuran sebagai se-pasukan elite yang begitu tangguh layaknya kita menonton serial kartun G.I. Joe. Meskipun bagaimanapun serial ini adalah fiksi.
Kreator Taylor Sheridan dapat dibilang memberikan kemajuan berarti dibandingkan musim pertama untuk kisah di musim ke 2. Mengambil alur keterlibatan kartel narkoba yang tak sekedar hanya urusan narkoba dan pada akhirnya adalah perang tertutup antara AS dan negara musuh AS menjadikan kelebihan serial ini.
Sayangnya Taylor Sheridan lagi-lagi masih memakai rumus yang sama. AS yang tampil begitu super-hero menjadikan serial ini begitu sangat Amerika dengan pamer kekuatan kehebatan dan superior dalam setiap pertempuran. Meskipun ini menjadi tontonan yang menarik di mata penonton.
Secara keseluruhan, Lioness musim ke-2 tidak tampil mengecewakan dan justru sangat menghibur bagi penyuka genre aksi yang digabung dengan konspirasi dan dunia intelejen tingkat global. Cara-cara intelejen dalam menentukan kebijakan dan bagaimana para agen di lapangan melakukan aksinya tetaplah sedap untuk dinikmati dalam serial ini.
Skor 7.5/10 Bintang
Review oleh: Jonathan Ricky