Rencana merger mega-akuisisi besar antara Warner Bros dan Paramount (Skydance) akhirnya terwujud. Keduanya akan bernaung atas nama Skydance tanpa menghilangkan entitas nama Warner Bros dan juga nama Paramount untuk masa mendatang. Akuisisi Warner ketika diambil alih Paramount bernilai 111 Miliar Dolar AS.
Kesepakatan ini terjadi setelah drama panjang semenjak tahun lalu. Awalnya Warner Bros yang menyerah karena hutang, sempat akan diambil alih oleh Netflix. Namun, kesepakatan yang hampir rampung tersebut akhirnya tak terwujud, ketika Paramount berani memberikan tawaran yang akhirnya justru diterima pihak Paramount.
Namun, ketika sudah hampir pasti Warner bergabung dengan Paramount, drama kembali terjadi. Beberapa negara bagian di AS melayangkan gugatan menolak penggabungan tersebut. Kurang lebih ada 12 Negara bagian yang bergabung dalam koalisi menolak akusisi. Koalisi ini dipimpin oleh negara bagian California.
Alasan negara bagian ini menuntut akuisisi ini karena dugaan pelanggaran hukum anti monopoli. Poin-poin utama gugatan antara lain, Dominasi pasar bioskop dan distribusi Film, pengurangan kompetisi industri, kenaikan harga tiket bioskop dan biaya langganan platform streaming, serta monopoli TV Kabel dan berita.
Dalam poin dominasi pasar bioskop dan distribusi film, penggabungan dua studio raksasa ini tentunya menguasai sekitar 27%–30% dari pasar distribusi film bioskop. Hal ini dikhawatirkan mengurangi variasi pilihan film dan menekan pemilik jaringan bioskop.
Pengurangan Kompetisi Industri: Jumlah studio distributor utama (major studios) Hollywood menyusut, sehingga konsentrasi kekuatan pasar hanya berpusat pada sedikit pemain raksasa (seperti Skydance-WBD, Disney, Universal, dan Sony). Kenaikan Harga Bagi Konsumen: Berkurangnya persaingan berisiko memicu kenaikan harga tiket bioskop, biaya langganan platform streaming, hingga paket TV kabel bagi konsumen. Monopoli TV Kabel dan Berita yang Menggabungkan jaringan kabel besar (seperti CNN, HBO, CBS, TNT, dan TBS) dikhawatirkan mengurangi independensi keberagaman berita dan daya tawar distribusi.
Namun sengketa hukum ini akhirnya berakhir dengan jalan damai dengan kesepakatan bersama antara negara bagian dan pihak Skydance (Paramount & Warner Bros). Poin penting kesepakatan antara lain:
Peningkatan Komitmen Produksi Domestik. Skydance sepakat untuk meningkatkan anggaran investasi belanja produksi film dan konten hiburan di tingkat lokal/domestik.
Pengamanan Lokasi Studio. Perusahaan gabungan wajib mempertahankan keberadaan dan operasional fasilitas studio bersejarah milik Paramount dan Warner Bros., serta dilarang memindahkan markas/operasional studio keluar dari California.
Independensi Jaringan Berita. Menjamin independensi serta batasan operasional untuk divisi berita (seperti CNN dan CBS News) agar tidak terjadi monopoli narasi berita.
Pemisahan Negosiasi Distribusi TV. Skydance diwajibkan untuk tetap melakukan negosiasi kesepakatan distribusi televisi secara terpisah untuk beberapa saluran jaringan kabel, demi mencegah pemaksaan paket (bundling) yang merugikan penyedia TV kabel.
Perlindungan Tenaga Kerja & Program Pekerja. Menyetujui komitmen terkait program tenaga kerja dan perlindungan ketenagakerjaan untuk meredam kekhawatiran pemutusan hubungan kerja (PHK) massal pasca-merger.
Komitmen menjaga Identitas Warner dan Paramount
Dilansir dari variety, bahwa kesepakatan internal lainnya adalah tetap menjaga entitas nama dari Warner Bros dan Paramount. Keduanya tetap berjalan dengan brand masing-masing dan Skydance hanya menjadi payung dari Warner Bros dan Paramount.
Namun, dari uang yang dikeluarkan sebanyak 111 Milyar Dolar AS ini membuat katalog dan hak cipta film-film box office begitu mewah bagi keduanya. Tentunya mega akuisisi ini menjadi saingan terkuat bagi Disney.