Salah Satu Film Aksi Terbaik di Penghujung Tahun 80-an
Die Hard merupakan adaptasi dari novel berjudul Nothing Lasts Forever yang terbit tahun 1979 karya dari roderick Thorp. Dengan penyesuaian waktu, maka novel ini disulap menjadi sebuah film penuh aksi namun juga menampilkan sosok pahlawan yang lebih manusiawi (tidak terlihat super-hero).
Kisahnya adalah seorang detektif asal New York bernama John McLane (Bruce Willis) yang terjebak di gedung pencakar langit Nakatomi Tower di Los Angeles, kantor sang istri. John rencananya datang untuk menghadiri pesta natal yang dirayakan kantor sang istri.
Sialnya, John terjebak ketika Perusahaan sang istri diserbu dan menyandera seluruh karyawan di perusahaan tersebut. Penyandera dipimpin oleh Hans Gruber (Alan Rickman), yang cerdas, terampil dengan pasukan keahlian tinggi di bidang militer.
John McLane yang hanya seorang detektif biasa namun berpengalaman tak mau diam begitu saja. Dirinya memilih untuk melawan kelompok Hans Gruber demi menyelamatkan sang istri dan menghabisi para penyandera.
Para penulis skenario film ini dan sutradara film Die Hard berhasil membuat formula yang lebih apik untuk menggambarkan sosok pahlawan ala Hollywood. Die Hard tidak terjebak dalam formula sosok Pahlawan ala Rambo atau Cobra yang dibintangi oleh Sylvester Stallone serta juga ala film Commando yang dibintangi oleh Arnold Schwarzenegger
Tampilan sosok John McLane dibuat lebih manusiawi, situasi kepepet menghadapi musuh, serta yang pasti tak tampil super-hero. Bruce Willis begitu pas memerankan gaya dari sosok karakter John McLane yang penuh humor, konyol, namun juga piawai dalam menghabisi para lawan-lawannya.
Penggambaran John McLane justru mampu masuk di logika para penonton meskipun romantisme pahlawan ala Hollywood tetaplah melekat. Sosok John McLane bertahan hidup bukan hanya karena keahlian menembak, tetapi karena kecerdikan, daya tahan mental, dan rasa humor sarkastik di bawah tekanan.
Membuat juga film makin komplit adalah sosok antagonis yang berhasil piawai diperankan Alan Rickman dalam memerankan karakter Hans Gruber. Sang karakter antagonis bukan sekadar penjahat haus darah, melainkan sosok pencuri kelas atas yang dingin, berpendidikan, tenang, dan memiliki kalkulasi matang. Membuat film ini tidak terlihat kacangan yang sekedar memanfaatkan senjata untuk kepentingannya.
Pondasi kelebihan lainnya, meski premis cerita selalu berada dalam gedung pencakar langit, namun sutradara John McTiernan justru mampu memanfaatkannya dengan penuh ketegangan. Penonton seperti tanpa sadar bahwa sebenarnya adegan-adegan hanyalah berkutat di gedung tersebut dari awal hingga akhir.
Pada akhirnya Die Hard menjadi kokoh sebagai salah satu film penyanderaan terbaik yang penuh aksi dan menawan. Tak hanya aksi belaka, film ini juga mampu menyelipkan beberapa humor atau monolog mengomel john McLane yang membuat segar selama film berlangsung. Film ini menjadi pergeseran gaya hollywood dalam membuat karakter jagoan yang lebih manusiawi, realistis, tak diperhitungkan namun mampu menjadi pahlawan yang disukai penonton.
Skor: 8/10 Bintang
review oleh John Tirayoh