Masa Kelam Marvel
1996 Marvel hampir bangkrut. Hutang mencapai 700 Juta Dollar. Para pahlawan Marvel yang dahulunya menjadi idola, seakan dianggap tak bernilai saat itu. Tahun 1996 yang kelam membuat Marvel benar-benar tenggelam. Penjualan komik anjlok dan merosot tajam. Seolah demam super-hero telah berakhir dan tamat saat itu. Untuk bertahan hidup, Marvel menjual karakter super-hero mereka.
Spider-Man dan X-Men dijual !!! Hulk dan Fantastic Four telah dijual lisensinya. Marvel kehilangan kendali untuk Pahlawan mereka sendiri … Hulk dan Fantastic Four telah dijual lisensinya. Marvel kehilangan kendali untuk Pahlawan mereka sendiri … Penggemar setia Marvel kehilangan harapan. Dunia mengira Marvel telah berakhir setelah berpuluh-puluh tahun berjaya.
SOSOK AVI ARAD, Namun Marvel Tak Percaya Diri
Lalu datanglah sosok Avi Arad. Seorang eksekutif mainan dengan ide yang bisa dibilang gila. “Jangan menjual karakter-mu ke Hollywood, namun jadilah Hollywood.” Ide Avi Arad adalah tidak menjual lisensi para tokoh super-hero ke studio hollywood. Melainkan Marvel musti membangun studio film mereka sendiri. Mendengar ide Avi Arad, para Dewan Direksi menganggap itu ide gila. Bagi mereka Marvel bukanlah studio. Tak punya aktor dan jalur distribusi film. Selain itu, Marvel sama-sekali tak mempunyai uang.
Berjudi Dengan Membuat Sendiri Film Super-Hero
Namun Avi Arad meyakinkan Marvel untuk mencoba peruntungan. Membuat satu film kecil dari karakter yang tak terkenal. Pilihan coba-coba dan mengambil risiko dengan mencoba membuat film Blade pada tahun 1998. Karakter super-hero ini menjadi film pertama bikinan Marvel. Tak ada yang berharap banyak dengan cara ini. Namun, ternyata Blade mampu meraup 131 Juta Dollar di box-office.
Marvel tanpa sadar kalau mempunyai basis penggemar garis keras yang membuat Blade sukses di layar lebar. Blade menjadi titik balik pertama Marvel. Film Blade membuktikan kalau Marvel bisa sukses di bioskop dan membuka jalan bagi era baru super-hero.
Mengambil Langkah Berani
Setelah Blade, memang ada X-Men (2000) dan Spider-Man pada tahun 2002. Namun Marvel nyaris tak mendapatkan uang. Karena mereka telah menjual karakter mereka beberapa tahun silam. Marvel tak mempunyai hak atas untuk film untuk karakter super-hero mereka sendiri. Karakter-Karakter super-hero tersebut telah dijual ke studio lain (20th Centruy Fox dan Sony Pictures).
Pada tahun 2005 Marvel mengambil langkah berani untuk mengembalikan kejayaan. Meminjam 525 Juta Dollar, dengan jaminan memberikan Hak atas 10 karakter Marvel yang kurang dikenal. Jika film-film yang diproduksi nantinya gagal, Marvel sudah bersiap untuk lenyap selamanya. Blade menjadi titik balik pertama Marvel. Film Blade membuktikan kalau Marvel bisa sukses di bioskop dan membuka jalan bagi era baru super-hero.
Membangun Studio dari Nol, Memilih Aktor Kelas B, dan Diremehkan Studio Lain
Dengan uang pinjaman, Marvel membangun studio dari “nol”. Selain itu Marvel mengambil langkah berani dengan memilih aktor kelas “B” untuk menjadi tokoh pemeran Iron Man. Saat itu Robert Downey Jr adalah aktor kontroversial dan studio besar hollywood menghindarinya untuk dilibatkan. Robert sempat terkena beberapa kasus sebelumnya dan sempat mencicipi jeruji besi.
Studio lain meremehkan langkah yang telah dibuat Marvel. Menyebut Marvel melakukan kesalahan, terlalu beresiko. Namun Marvel percaya kepada Robert Downey. Iron Man tayang di bioskop pada tahun 2008 dan meraih pendapatan sebesar 585 Juta Dollar! Selain itu, Robert berhasil memikat penonton atas perannya sebagai Tony Stark. Iron Man membuka jalan lapang untuk kesuksesan Marvel selanjutnya. Marvel tak salah memilih aktor yang sebelumnya diremehkan. Bahkan saat ini, keputusan Marvel memilih Robert adalah keputusan ikonik dalam sejarah perfilman Hollywood.
Post-Credit Scene dan Marvel Cinematic Universe
Kesuksesan Iron-Man membuka jalan untuk film-film super-hero Marvel lainnya. Langkah birilian adalah membuat post-credit scene. Pertama post-credit scene dalam film Iron Man. Adegan post-credit scene pertama adalah ketika Nick Fury masuk dan berkata,”Saya disini untuk membicarakan Avengers Iniative.”
Kalimat yang menjadi awal dari sebuah jagat cinema dan membentuk Marvel Cinematic Universe. Pada akhirnya terjadi efek domino. Iron Man menghubungkan banyak super-hero dalam satu dunia yang sama. Film Marvel menjadi fenomena. Penggemar di seluruh dunia dan keuntungan milyaran dollar. Marvel kembali berjaya !!!
*Dari berbagai sumber