Gelaran 2nd NextScene Kids & Youth Film Festival 2026 resmi berakhir pada Minggu (9/8) melalui acara Closing & Award Ceremony, di Kineforum. Taman Ismail Marzuki Jakarta. Festival film anak dan remaja ini ditutup dengan pengumuman sejumlah film yang berhasil membawa pulang penghargaan tahun ini.
Film animasi “WAE” karya sutradara Limina Febriana menjadi peraih penghargaan tertinggi sebagai Film Terbaik NextScene 2026. Film produksi 2025 tersebut dinilai memiliki kekuatan dari sisi artistik, inovasi, bahasa sinema, hingga kemampuan membangun emosi sekaligus mengangkat persoalan lingkungan.
“Selamat untuk sutradara, Limina Febriana atas terpilihnya film WAE sebagai film terbaik,” ujar Mitsuo Tahira, Festival Director Kineko International Film Festival, Jepang, saat mengumumkan penghargaan.
“WAE” merupakan film animasi yang mengikuti petualangan seorang anak bersama ikan kesayangannya di dunia yang terus berubah. Dalam film tersebut, laut dan langit menjadi bagian penting dari perjalanan sang karakter. Animasi yang disajikan nampak sederhana, namun pesan yang disampaikan amatlah relate dengan masadepan kehidupan selanjutnya.
Selain “WAE”, dua film lainnya juga mendapatkan penghargaan khusus. “MEONG!” karya sutradara Fransiska Febrianda dari Indonesia meraih The Most Inspiring Film Award. Film ini mengajarkan bagaimana hal kecil yang biasa kita sepelekan, bisa jadi memiliki arti yang sangat mendalam bagi orang lain.
“Keberadaan kucing liar di kampus sendiri sebenarnya selalu menjadi polemik. Ada perdebatan mengenai apakah mereka mengganggu atau justru menjadi bagian dari lingkungan kampus. Dari situ, kami justru tertarik melihatnya dari sudut pandang yang lebih manusiawi. Kami ingin menunjukkan bahwa seekor makhluk hidup kecil, yang bagi sebagian orang mungkin dianggap mengganggu, nakal, atau sekadar lucu, ternyata bisa memiliki arti yang sangat besar bagi seseorang.” Jelas Vincentius Bagaskara selaku penulis dan produser film “MEONG!” yang juga turut hadir di saat yang sama.

Tokoh dalam film ini adalah seseorang yang sedang merantau jauh dari keluarganya, mengerjakan skripsi seorang diri, dan belum juga lulus. Dalam kondisi kesepian seperti itu, kehadiran seekor kucing bisa menjadi teman dan memberikan rasa nyaman yang mungkin tidak ia dapatkan dari orang lain.
Sementara film “WHO CREATED THIS HELL!” karya Eun-sol Park dan Ye-eun Kim dari Korea Selatan memperoleh Special Jury Mention.
Tahun ini, proses penjurian melibatkan tiga profesional dari latar belakang perfilman, yakni Prima Rusdi, penulis skenario dan filmmaker; Ekky Imanjaya, dosen sekaligus kritikus film; serta Mitsuo Tahira, Festival Director Kineko International Film Festival, Jepang.
Mengusung tema “Stories Along the Way”, NextScene 2026 tidak sekadar menjadi ruang pemutaran film. Festival ini menghadirkan beragam program yang mengajak anak dan remaja melihat pengalaman tumbuh kembang melalui bahasa sinema, mulai dari diskusi, workshop, hingga pemutaran film berskala internasional.
Dalam acara penutupan, Festival Director NextScene Kids & Youth Film Festival Penny Sylvia Putri menyampaikan apresiasi kepada para filmmaker, penonton, serta anak-anak dan remaja yang ikut menjadi bagian dari penyelenggaraan festival tahun kedua.
“Saya juga ingin sampaikan terima kasih kepada filmmakers dari berbagai negara yang telah berpartisipasi di NextScene, juga kepada para penonton dan adik-adik yang telah menjadi bagian dari kemeriahan NextScene di tahun kedua ini,” kata Penny.
NextScene Kids & Youth Film Festival 2026 sebelumnya telah berlangsung selama empat hari, mulai 6 hingga 9 Agustus 2026. Diharapkan festival ini dapat menjadi wadah untuk para sineas muda dalam berkarya dan membuat film-film yang menginspirasi bagi para penonton yang hadir.*
