Misi Humanis yang Dianggap Kriminal
Asal Film: Jerman
Pada awal tahun 2010 hingga puncak tahun 2013-2018 dan seterusnya, gelombang pengungsi dari Afrika dan Timur tengah mulai membanjiri Eropa. Para pengungsi mencoba penghidupan lebih baik dengan memilih Eropa sebagai tempat tinggal.
Kalau sebelumnya, Netflix mengangkat kisah pengungsi lewat film Swimmers (mengisahkan pengungsi dua kakak beradik dari Suriah), maka kalau film 23 000 Lives mengisahkan para pemuda Eropa (khususnya Jerman) yang bertujuan menyelamatkan Pengungsi.
Dimotori oleh pemuda kuliahan bernama Lukas, dirinya sudah aktif dan selalu bersemangat untuk membantu para pengungsi yang memilih ke Eropa secara ilegal. Namun, Lukas tak puas kalau tindakannya hanya sampai disitu.
Singkat kata, dengan solidaritas, semangat tinggi, serta tujuan kemanusiaan, Lukas berhasil menggalang dana membeli sebuah kapal laut yang bertujuan mengangkut para pengungsi yang terombang-ambing di lautan.
Awalnya, Upaya Kemanusiaan Lukas dan kawan-kawan berjalan mulus. Mulai dari membeli kapal, sukarelawan yang bergabung juga mempunyai latar belakang yang sangat mendukung. Dari kapten kapal, sukarelawan yang berpengelaman, hingga dokter ikut berpartisipasi.
Misi kemanusiaan berjalan lancar dalam menyelamatkan para pengungsi yang terombang-ambing di lautan tanpa henti. Hingga akhirnya, masalah mulai muncul ketika berjalannya waktu, otoritas pemerintah Uni Eropa secara umum serta otoritas negara-negara yang disambangi pengungsi mulai jengah akan arus pengungsi yang tak ada henti.
Selain itu, di Jerman kelompok Sayap kanan dan yang radikal seperti Neo Nazi mulai meneror kelompok kemanusiaan Lukas Cs. Bagi sayap kanan, apa yang dilakukan Lukas Cs adalah bentuk mengotori tanah Eropa dengan para imigran. Bagi pemerintah, Lukas Cs dianggap tak beda jauh dengan penyelundup manusia.
Hingga akhirnya, Lukas Cs yang melakukan aksi kemanusiaan musti mengalami pil pahit. Mereka dituduh dan bahkan ancaman penjara menanti. Dituduh sebagai penyelundup manusia dan bekerja-sama dengan oknum perdagangan manusia.
Film ini memang didedikasikan buat seluruh relawan seperti Lukas yang mempunyai misi kemanusiaan tanpa harus melihat identitas tiap manusia. Menyelamatkan manusia di atas segalanya tanpa harus dikerdilkan dengan efek politik dan juga kepentingan egois yang berseberangan dengan tujuan kemanusiaan.
Pada akhirnya film ini memberi contoh realita pahit. Bahwa aksi humanis sekalipun tidak selalu berakhir indah. Aksi humanis bisa berakhir dengan tuduhan kriminal. Film ini memberi pesan, bahwa perbuatan baik bukan berarti semua orang akan setuju dan mendukung. Berbuat baik, bersikap humanis, melakukan yang benar, seringkali kalah oleh kepentingan politik, egoisme manusia, serta ketidakpedulian antar sesama.
Skor: 7/10 Bintang
Review oleh: John Tirayoh
Film ini tayang di NetflixÂ