Bila Si Kembar Bergentayangan
Dulu, film adaptasi lahir dari novel pop atau cerita rakyat yang terkenal. Di era digital, sumber adaptasi semakin kaya. Konten media sosial berubah menjadi lahan gagasan baru. Sepert halnya Cerita Lila, adaptasi dari kanal YouTube Diary Misteri Sara milik Sara Wijayanto.
Secara bisnis, proyek ini menggiurkan. Materi horor dari kanal dengan 11 juta pelanggan punya fanbase besar dan loyal, sungguh IP yang menjanjikan. Sutradara Bobby Prasetyo beruntung mendapat peluang buat bikin proyek ini.
Kisahnya tentang arwah Lila yang terjebak dalam masa lalu dan berusaha menemukan saudara kembarnya. Harapan muncul saat Nia (Myesha Lin) dan ibunya, Tari (Lutesha), pindah ke rumah yang dihuni Lila. Mendadak muncul Rahma (Shareefa Daanish) yang menjadi ancaman. Nia minta tolong pada Sara (Sara Wijayanto) dan Wisnu (Wisnu Hardana) untuk menguak misterinya.
Premisnya memang tak sepenuhnya baru. Naskah dari Erwanto Alphadullah dan Gea Rexy menokohkan Sara dan Wisnu sebagai duo cenayang yang bikin deja vu pada pasangan Ed dan Lorraine Warren dalam waralaba The Conjuring. Kiprah karakter mereka membuka peluang lahirnya semesta cerita horor yang bisa terus diolah.
Yang bikin Cerita Lila unik dan berbeda adalah akar lokalnya. Tak hanya menawarkan teror ala Asian Value, ada pula drama keluarga yang kental. Sosok Tari dan Rahma mewakili perjuangan perempuan yang mesti bertahan di bawah tekanan hidup, terutama di tengah budaya patriarki yang menjadi salah satu sumber konflik.
Penceritaan flashback dapat diikuti dengan mudah. Unsur drama yang dominan membuat penonton paham sekaligus bersimpati pada derita para tokohnya, baik yang terjadi di masa lalu maupun masa kini.
Di sektor akting, Bobby Prasetyo didukung deretan pemain yang kuat. Shareefa Daanish tampil solid seperti biasa dalam genre horor, sementara Lutesha menunjukkan rentang emosi yang luas, ketika melakoni adegan kesurupan maupun dalam situasi normal.
Dengan eksekusi yang matang dan fondasi IP yang kuat, Cerita Lila dan konten milik Sara Wijayanto tak hanya sampai di sini, namun juga punya potensi dengan semesta cerita berikutnya yang layak untuk ditunggu.
Skor: 7.5/10
review oleh: Bobby Batara