Mencoba menjaga Identitas Warkop DKI
Bagi generasi Gen X dan Milenial, Film Warkop DKI yang muncul di era tahun 80-90an tentunya ikonik sebagai sebuah film komedi layar lebar. Semenjak rumus Warkop Reborn yang dibuat oleh Falcon, nampaknya cukup berhasil untuk menyedot penonton ke bioskop.
Meski kali ini Desta mengganti peran Abimana, apakah mampu film ini dapat diterima oleh generasi lama yang menonton Warkop DKI Original dan apakah bisa film ini diterima oleh Gen Z ?
Komedi Banyol tentu menjadi andalan utama dengan sosok Trio Warkop yang digawangi Dono, Kasino, Indro yang saat ini diperankan oleh Desta, Vino, dan Tora.
Sajian awal sebagai nostalgia dimulai lewat adegan-adegan konyol ala film Dongkrak Antik (1982) sebagai pembuka. Untuk memuluskan kisah demi penyesuaian jaman, trio Ndokasin ini lalu mencoba peruntungan menjadi konten kreator demi menyambung hidup.
Kelucuan mencoba dibangun sejak Ndokasin ini memulai usaha sebagai konten kreator.
Hingga alur kisah utama disajikan datang ke sebuah wilayah dengan adonan kisah mistis yang harus dihadapi Ndokasin.
Sulit untuk mengatakan apakah film ini bisa diterima dengan generasi saat ini ataupun generasi senior seperti Gen X dan Milenial. Meski Falcon sudah menjabarkan, bahwa mereka maksimal menyusun kisah hingga memakai jasa Impor penulis dari Thailand untuk ikut bergabung menggodok kisah film agar mumpuni.
Komedi yang ditampilkan fun-fun saja meski sulit untuk membandingkan dengan Warkop DKI orisinil. Apakah dibawah ekspektasi? Tidak juga, karena kita tetap bisa tersenyum dan tertawa mendapatkan sajian jenaka yang ditampilkan.
Selain itu, mau tak mau, penonton pasti akan menyoroti peran Desta, Vino, dan Tora yang memikul beban berat sebagai Ndokasin. Acungan jempol tentu buat Vino yang paling menonjol dan mumpuni dalam mengambil peran Kasino. Desta dan Tora memang tak kalah penting, namun bukan berarti tampil “wah” dan mampu mencuri hati penonton.
Kisah horor dengan balutan komedi sepertinya dimaksimalkan melihat kecenderungan potensi penonton horor yang dominan dalam mengisi bangku bioskop untuk film-film nasional. Meski rumus tersebut tak salah, tapi juga tak menjadikan film ini spesial.
Secara keseluruhan film ini mencoba menjaga identitas dan marwah dari Warkop DKI yang original. Cukup baik dan juga mampu konstan terhadap guyonan yang diberikan di era saat ini. Warkop DKI Viralin Do0o0ng…!!! tampil apik meski juga tak spesial.
Skor: 7/10
review oleh: John Tirayoh