Dokumenter yang Terlalu Cepat Untuk Jose Mournho
Sudah bisa ditebak bahwa dokumenter berjudul Mourinho sudah pasti mengangkat kisah dari pelatih sukses Jose Mourinho. Jenius namun penuh kontroversial. Semuanya diangkat dalam kisah dokumenter ini.
Dokumenter ini mengisahkan dari Jose Mourinho masih bekerja sebagai asisten pelatih di Barcelona hingga kesuksesannya meraih tropi Liga Champions saat membesut Porto. Membuat rekor tak pernah kalah di kandang saat menukangi Chelsea di periode awal, hingga berhasil membuat Inter Milan meraih treble yang menjadikan Inter sebagai satu-satunya klub Seria A sampai saat ini yang mampu menorehkan prestasi tersebut.
Sayangnya tak ada hal-hal baru yang ditampilkan dari sosok Maurinho dalam perjalanan dokumenter ini. Hampir semua sebagian kehebohan kisahnya sudah didapatkan dalam berita atau artikel yang selama ini menulis mengenai Mourinho. Ucapannya dalam dokumenter ini juga terkesan tak ada yang heboh atau baru dalam fokus kepada sosok Mourinho.
Kisanya ketika secara tiba-tiba pindah dari Inter ke Real Madrid setelah memenangi Liga Champions tak ada yang baru. Hanya tampilan lebih runut namun tak ada kisah yang lebih detil dari peristiwa tersebut. Sedikit nilai lebih mungkin terkait drama dirinya menjadi pelatih Madrid saat terlibat perselisihan dengan beberapa pemain seperti Ikker Casilas.
Namun, setelah itu hanyalah cerita perjalanannya yang standar kembali menukangi Chelsea hingga akhirnya dirinya sempat menjadi pelatih di liga Turki. Sembari sang pembuat dokumenter hanya bisa memberikan visual baru bagaimana masuk ke ruangan pribadi Mourinho yang penuh dengan tropi.
Dokumenter mengenai Mourinho seperti layaknya sebuah dokumenter yang terlalu cepat dibuat sebagai perjalanannya dalam dunia sepakbola. Karena sampai saat ini, kisah Mourinho masih berlanjut dengan masih aktif melatih kembali di Real Madrid. Kisah Mourinho masih berlanjut dan harusnya mungkin dokumenter ini menunggu lebih lama agar perjalanan Mourinho lebih panjang untuk menjadi dokumenter.
Skor: 6.5/10 Bintang
review oleh: John Tirayoh