Menyusuri Kemenangan Sekutu dan Soviet melawan poros Jerman -Jepang
Tayang Netflix
Sebenarnya Netflix telah membuat dokumenter dengan judul Greatest Event of WW II in Colour pada tahun 2019. Kesuksesan meraih jumlah penonton membuat Netflix kembali membuat dokumenter ini dengan kisah yang berbeda dengan format yang sama.
Masih berjumlah 10 eposide, namun menekankan beberapa kemenangan penting dalam perang dunia ke 2 dari front Eropa melawan Nazi hingga perang Pasifik melawan Jepang. Tentunya, masih format yang sama mengikuti alur dan perspektif sekutu sebagai pemenang perang dunia ke-2.
Sedikit berbeda adalah dalam episode Race to Berlin yang mengisahkan perjalanan Uni Soviet di akhir perang yang berlomba untuk merebut kota Berlin terlebih dahulu dibandingkan sekutu barat. Lagi-lagi para narasumber yang dihadirkan adalah sejarawan atau pengamat perang yang memakai perspektif barat. Tak ada sejarawan asal Rusia yang mungkin bisa memberikan perspektif berbeda mengenai persaingan kedua jendral yang diadu oleh Stalin untuk merebut Berlin.
Evakuasi di Dunkirik di front barat pada awal perang, melawan kapal selam Jerman di samudra Atlantik, Pendaratan penting di Afrika Utara sebagai kemenangan pertama sekutu di front barat, kegagalan Jerman di perang terbuka antar Tank di Kursk, pendaratan di Italia, Pembebasan Paris, hingga pertempuran laut antara Jepang dan AS di laut Filipina, serta pertempuran berdarah di Iwo Jima menjadi bagian episode-episode lainnya.
Secara keseluruhan, dokumenter ini tak berbeda jauh dari dokumenter Greatest Event of WW II in Colour pada tahun 2019 dari sisi narasi, penceritaan, hingga keterangan narasumber. Visual berwarna yang telah diubah secara digital masih menjadi kelebihan dari dokumenter seri ini.
Namun, tak ada sesuatu yang baru kecuali peristiwa-peristiwa yang kembali diceritakan dan sebelumnya sudah diutarakan dalam dokumenter sebelumnya yang mengangkat kisah perang dunia ke-2
Skor: 7/10 Bintang
review oleh John Tirayoh