Nilai: 8/10
(Petarung) Perempuan Punya Cerita
Jagoan perempuan di sinema Indonesia terbilang langka, wabilkhusus yang betulan turun ke arena dan berkelahi. Celah itu coba diisi Iko Uwais bareng sutradara Sidharta Tata lewat Ikatan Darah. Pilihannya jatuh pada wajah baru, Livi Ciananta. Wow, keputusan berani dan menarik untuk diikuti.
Sebagai film “pure action”, Ikatan Darah punya kekuatan cerita simpel tapi efektif. Adegan aksi jadi menu utama, sedangkan elemen drama hadir secukupnya buat pengikat. Ritmenya pun terjaga: naik-turun, bikin tegang, dan sesekali bikin penonton menahan napas. Di titik ini, peran penata laga amat penting dalam meracik tontonan yang terukur dan memacu adrenalin.

Sosok Iko di belakang layar bikin urusan koreografi jadi aman. Timnya sudah teruji di banyak proyek laga. Kehadiran Livi, yang sebelumnya muncul di Bonnie (2024), terasa macam “cek ombak”, sejauh mana dia bisa naik level. Hasilnya menjanjikan. Ya, bak déjà vu pada karakter Iko di The Raid (2012), kendati Livi masih butuh waktu untuk benar-benar matang.
Di balik itu, film ini bukan tanpa celah. Cerita yang tipis membuat konfliknya terasa serba kebetulan. Hubungan antar karakter tak selalu tergali, alhasil banyak momen emosional lewat begitu saja. Dialog pun kerap terdengar klise, lebih semacam jeda antar adegan gelut ketimbang sebagai cerita organik.

Di sini Livi menjadi Mega, karakter sentral mantan atlet pencak silat yang harus bertarung di jalanan. Pasalnya, sang kakak Bilal (Derby Romero) terlilit utang pada gangster bernama Primbon (Teuku Rifnu Wikana). Mudah ditebak, Primbon mengamuk dan siap menghabisi Bilal. Tak banyak kejutan, namun cukup jadi kerangka untuk menyusun aksi berikutnya.
Dari sisi teknis, Sidharta Tata menunjukkan perkembangan. Pengalaman di serial Pertaruhan (2023) berlanjut di sini. Kinerjanya dibantu oleh Yandi Sutisna, yang pernah menjadi stuntman dan kini ada di balik kamera. Alhasil, adegan laga tampil lebih maksimal: kasar, cepat, dan memuaskan secara visual.
Menariknya, film ini tetap mencoba relate dengan kritik sosial lewat karakter Primbon, Sosok religius dan gemar mengutip ayat, tapi perilaku bertolak belakang. Ide yang menjanjikan, semacam sindiran tentang moralitas yang kerap jadi topeng. Sayangnya, pengolahannya terasa sambil lalu. Sekilas saja, tanpa pendalaman.
Ikatan Darah boleh saja berdiri sebagai tontonan laga yang solid. Dikemas seru, intens, dan berpeluang membuka jalan bagi hero perempuan di genre ini. Namun agar jejaknya lebih mendalam, film ini masih butuh cerita yang mampu memukul dengan keras.
Film ini tayang 30 April 2026 di Bioskop
review oleh: Bobby Batara
Produksi: Uwais Pictures
Sutradara: Sidharta Tata
Pemeran: Livi Ciananta Item, Derby Romero, Ismi Melinda, Teuku Rifnu Wikana, Rama Ramdhan, Abdurrahman
Arif,Agra Piliang, Dimas Anggara, Lydia Kandou
Genre: Aksi | Durasi: 1 Jam 59 Menit
Klasifikasi Penonton: Dewasa