Daftar Yang Menyelamatkan Nyawa
Eropa di ujung perang besar ketika Nazi Jerman melakukan invasi di Polandia dan negara tersebut takluk hanya dalam waktu singkat. Penaklukan Nazi Jerman membuat efek kepada masyarakat Polandia, terutama imigran Yahudi yang telah tinggal di Polandia selama ratusan tahun.
Oskar Schindler seorang pengusaha Jerman, berusaha mengambil keuntungan dari perang yang ada. Dirinya ingin memanfaatkan para yahudi yang bisa dibayar murah dan juga para pengusaha yahudi yang sudah masuk ghetto. Namun, seiring waktu, Schindler dari balik kaca restoran dan pesta-pesta mewah, Schindler mulai melihat manusia bukan angka.
Di saat dunia memilih berpaling, ia justru memilih melawan dengan cara yang paling berisiko, Schindler membeli nyawa-nyawa tak berdosa dari tangan kematian. Satu demi satu, lebih dari seribu orang Yahudi bertahan hidup karena keberaniannya. Daftar itu menjadi “daftar kehidupan” di tengah kehancuran.
Penggunaan warna monokrom memberikan kesan dokumenter yang mentah, jujur, dan tidak romantis, menghilangkan “glamour” yang mungkin ada pada film berwarna. Film ini menghindari adegan pertempuran heroik. Sebaliknya, drama kengerian datang dari kekejaman bengis dan kasual yang dilakukan oleh perwira SS Amon Göth. Adegan penembakan acak dari balkon atau likuidasi Ghetto Kraków yang brutal dan mendadak, menghasilkan kejutan dramatis yang menusuk.
Schindler’s List adalah film yang brutal, esensial, dan sangat dramatis. Sebuah pernyataan sinematik tentang kegelapan yang paling dalam di dalam sejarah manusia dan cahaya harapan yang kecil namun gigih yang dapat disulut oleh keberanian moral seseorang.
Film ini bukan hanya sebuah tontonan, tetapi pengalaman yang wajib yang meninggalkan bekas mendalam, mengingatkan bahwa kemanusiaan dapat ditemukan di tengah neraka yang paling dingin dan paling kejam. Ini adalah pencapaian dramatis tertinggi dalam genre film Holocaust. Film ini (mungkin) yang terbaik dari seluruh karya Steven Spielberg sebagai sutradara.
SKOR: 9/10 Bintang
review oleh: John Tirayoh