Kisah Sang Proklamator Menuju Kemerdekaan RI
Film ini menceritakan porsi Soekarno/Bung Karno dalam pembuangan di Bengkulu di awal film. Pertemuan dirinya dengan Ibu Negara Fatmawati diceritakan awal fase film.
Kisah lalu berpindah ketika Jepang Berkuasa. Bagaimana sikap Bung Karno yang bekerja-sama dengan Jepang untuk meraih Kemerdekaan. Digambarkan Jepang yang klaim sebagai pembebas Asia justru melakukan penjajahan lebih kejam. Salah satunya adegan kerja rodi yang dilihat oleh Soekarno sendiri.
Kisah berlanjut ketika Jepang sudah dipastikan kalah dalam perang. Sehingga Soekarno bersama Hatta musti menghadapi para pemuda yang memaksa untuk membacakan Proklamasi Kemerdekaan. Kisah detik-detik suasana persiapan hingga pembacaan Teks Proklamasi menjadi klimaks dari film ini.
Membuat film biopik Bapak Bangsa merupakan tantangan tersendiri bagi sineas Indonesia. Hanung Bramantyo mengambil langkah berani untuk membesut film ini dengan versi sejarah yang diyakininya.
Meski dari sudut cerita bukanlah film yang wah, namun akting dari Ario Bayu dan yang lainnya menjadi nilai lebih film ini.Unsur dramatisasi juga tidak lebay dan cukup adil.
Secara sejarah, film ini menjadi tontonan penting bagi generasi saat ini, mengenai kisah sang Proklamator. Tampilan sinematografi juga tampil apik dan enak ditonton.
Secara keseluruhan film ini cukup adil dalam menggambarkan sosok Bung Karno di era Indonesia menuju Kemerdekaan. Hanung Bramantyo meski tak wah namun berani membuat film biopik Bung Karno tanpa takut menjadi kontroversi.
Skor: 8/10 Bintang
Oleh: John Tirayoh