Slaughterground (Hujan Kematian), proyek film panjang supernatural survival horror terbaru karya sutradara Sidharta Tata, berhasil meraih tiga penghargaan industri dalam Network of Asian Fantastic Films (NAFF) 2026.
Project market resmi Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) ke-30 yang berlangsung pada 4–7 Juli 2026 di Bucheon, Korea Selatan.
Slaughterground (Hujan Kematian) terpilih sebagai salah satu proyek dari 12 proyek Asia melalui hasil kurasi dari 258 submisi yang berasal dari 47 negara yang dipresentasikan dalam NAFF Project Market,
Dalam NAFF Awards yang diselenggarakan pada 7 Juli 2026, Slaughterground berhasil meraih perhargaan terbanyak yaitu tiga penghargaan industri setelah menjalani 27 pertemuan bisnis dengan berbagai calon mitra selama rangkaian NAFF Project Market.
Slaughterground diproduseri oleh Ajish Dibyo dan Pramudya Andika, dengan Annisa Adjam sebagai co-producer dan founder dari Aftersun Creative sebagai rumah produksi berasosiasi bersama Nuon Film, Kosmik, Kebon Studio, dan Spasi Moving Image.
Proyek film Slaughterground Berlatar Indonesia pada tahun 1966, yang mengisahkan seorang ibu dan anak tirinya yang terjebak di sebuah wilayah terkutuk, tempat setiap hujan turun selalu disertai kawanan belalang mematikan.
Berpacu dengan datangnya badai berikutnya, mereka harus bertahan hidup dan menemukan jalan keluar sebelum hujan kembali membawa maut.
Film ini merupakan adaptasi dari komik populer “Locust” karya Iskandar Salim, yang telah dibaca lebih dari satu juta pembaca.
Sutradara Sidharta Tata dikenal lewat film debut panjangnya, Waktu Maghrib (2023), mencatat lebih dari 2,4 juta penonton di bioskop Indonesia.
Dirinya kemudian menyutradarai Respati (2024), yang diputar di Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN).
Film teranyar yang dibesut Sidharta Tata adalah Ikatan Darah (2026), yang sebelumnya menggelar pemutaran perdana dunia di Fantastic Fest, Austin.