Film The Voice of Hind Rajab akhirnya bisa tayang di India tanpa sensor dan akan tayang secara utuh.
Film ini telah disetujui oleh Badan Sensor Film Pusat India (CBFC) yang sebelumnya memblokir perilisan film yang sensitif secara politik ini pada bulan Maret lalu, Setelah berminggu-minggu kontroversi di India terkait sensor awal film tersebut.
CBFC (Badan Sensor Film India) kini telah memberikan “The Voice of Hind Rajab” sertifikat ‘A’, yang berarti film tersebut telah disetujui untuk dirilis di bioskop tanpa pemotongan apa pun, menurut Jai Viratra Entertainment (Distributor Film) yang berbasis di Mumbai.
Kemenangan dalam pertarungan sensor ini berarti “The Voice of Hind Rajab” kini akan dirilis di bioskop melalui Jai Viratra di seluruh India pada tanggal 19 Juni 2026.
Pada bulan Maret, kepala Jai Viratra, Manoj Nandwana, mengatakan kepada Variety bahwa ia telah mengajukan Film The Voice of Hind Rajab untuk persetujuan sensor pada bulan Februari 2026, dengan maksud untuk merilis film tersebut di India pada tanggal 6 Maret.
Namun pada saat itu film tersebut belum disetujui untuk dirilis, dan Nandwana diberitahu oleh seorang anggota CBFC bahwa “jika film itu dirilis, itu akan merusak hubungan India-Israel,” kata Nandwana.
Keengganan awal CBFC untuk menyetujui “The Voice of Hind Rajab” terjadi setelah Perdana Menteri India Narendra Modi melakukan perjalanan ke Israel pada akhir Februari, di mana ia menerima sambutan hangat, menandai kunjungan pertama oleh seorang perdana menteri India dalam 25 tahun sejak kedua negara menjalin hubungan diplomatik penuh.
Kunjungan tersebut, yang bertujuan untuk memperkuat hubungan ekonomi dan teknologi antara kedua negara, menggarisbawahi pergeseran dalam hubungan Israel-India di bawah Modi, yang dukungannya terhadap Israel menandai perubahan dari kebijakan luar negeri India yang secara historis mendukung Palestina.
“Saya memberi tahu mereka: hubungan India-Israel sangat kuat sehingga sangat bodoh untuk berpikir film ini akan merusaknya,” kata Nadawana kepada Variety pada bulan Maret, seraya mencatat bahwa Film The Voice of Hind Rajab telah dirilis “di AS, Inggris, Italia, Prancis, dan banyak negara lain yang memiliki hubungan dengan Israel.” tambah Nadawana.
“Kami ingin memulai dengan menyampaikan rasa terima kasih kami yang tulus kepada Dewan Sensor Film Pusat (CBFC), India, karena telah memberikan sertifikasi tanpa pemotongan apa pun kepada Voice of Hind Rajab dan memungkinkan penonton India untuk menikmati karya sinematik penting ini,” kata Jai Viratra Entertainment dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa.
“Di Jai Viratra Entertainment Limited, kami sangat percaya bahwa sinema berfungsi sebagai media yang ampuh untuk bercerita, berdialog, dan memahami beragam pengalaman manusia. Kami menghargai pertimbangan yang matang yang diberikan oleh CBFC dalam mengevaluasi film ini dan memfasilitasi perilisannya di India,” tambah pernyataan itu.
“Kami juga ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada anggota komunitas media, kolega industri, pembuat film, seniman, dan para pendukung yang telah mendukung upaya kami selama proses ini. Dorongan, dukungan, dan kepercayaan Anda akan pentingnya sinema yang bermakna memainkan peran penting dalam membantu film ini menjangkau penonton India,” lanjut pernyataan tersebut.
Film The Voice of Hind Rajab menceritakan kisah nyata seorang gadis Palestina berusia 5 tahun yang terjebak di dalam mobil yang diserang oleh pasukan Israel di Gaza dan kemudian ditemukan tewas.
Pada bulan September 2025, Film The Voice of Hind Rajab mendapatkan sambutan meriah selama lebih dari 20 menit ketika diputar perdana di Festival Film Venesia.
Film ini memenangkan Silver Lion di festival tersebut. Film ini telah dirilis di AS oleh Willa, perusahaan distribusi mitra produksi, setelah distributor AS lainnya menolak.
Sumber berita: Variety
Sumber foto: Film The Voice of Hind Rajab