Konten Viral, Komedi Gagal
YouTuber Reza Arap bareng AAA Clan-nya masuk layar lebar lewat “Harusnya Horror”. Meski judulnya menjanjikan kisah horor, film ini justru mengaku sebagai komedi fantasi.
“Harusnya Horror” berkisah tentang sejumlah kreator konten yang didera masalah keuangan. Lalu mereka berkolaborasi dengan si Mas, hantu yang kurang pede. Misinya sederhana tapi konyol: bikin konten viral dengan membantu si hantu menakuti 100 ribu orang agar tak berubah menjadi hantu penasaran.
Resep tersebut sejatinya menarik untuk diolah menjadi kisah yang liar dan absurd. Penulis Rahabi Mandra meramunya, lalu Reza Arap yang juga menjadi aktor utama menerjemahkannya ke layar. Sayangnya, potensi itu tak sepenuhnya terasa.
Masalah utama justru terletak pada eksekusi komedinya. Padahal, para aktornya punya modal komedi yang cukup. Namun, bumbu humor yang disajikan acap meleset. Banyak punchline yang terlontar justru gagal total.
Sekilas Harusnya Horror dibuat untuk mereka yang akrab dengan konten Reza Arap. Gaya bercanda, bacotan, dan obrolan ala tongkrongan mereka dibawa nyaris utuh di film. Penonton setia mungkin bisa mengunyah humornya, lantaran merasa dekat dengan karakter dan gayanya. Namun, tidak bagi penonton di luar circle.
Di sisi lain, filmnya coba menyajikan drama yang personal. Tampak ada upaya membuat karakter punya emosi dan masalah yang bisa diikuti. Namun, lapisan itu belum cukup kuat untuk mengobati komedi yang tidak konsisten.
Alhasil, Harusnya Horror terasa bak konten yang diulur-ulur jadi film. Padahal, film mestinya hadir dengan kekuatan produk sendiri. Penonton datang untuk melahap karya yang matang, bukan karena bumbu drama, gosip, atau gimmick yang ada di baliknya.
Ya, Reza Arap memang bisa bikin kepo. Namun, nama besar saja tidak cukup. Film tetap harus mampu menarik perhatian dengan potensinya sendiri. Sayangnya, mengaku komedi Harusnya Horror justru tak cukup kuat untuk mengajak tertawa.
Skor: 5/10 Bintang
review oleh: Bobby Batara