Homemade Heist With Emotional Tie
Film Operasi Pesta Copet adalah kisah tentang orang-orang kalah. Kata makian khas kaum guava bertebaran di sana. Misalnya “tai” yang punya banyak makna dan tai yang paling pas buat film ini adalah emosyenel tai (baca: emotional tie) alias ikatan emosional. Sebab, filmnya tak sekadar komedi heist, tapi juga drama bromance.
Ini debut Edy Khemod membuat film panjang, dulu dikenal sebagai pembuat klip musik. Idenya muncul dari maraknya copet di ajang konser. Kece banget, karena membawa genre heist ke skena musik yang jarang dilirik produser. Bahan pokoknya adalah balada kaum kismin dalam versi jenaka. Naskah Rio Sarjono dipoles komika Awwe dan memasang aktor Kristo Immanuel sebagai ujung tombak komedinya dan Iqbaal Ramadhan untuk dramanya.
Kisahnya khas tentang nasib anak muda in this economy. Ada Ijal (Iqbaal Ramadhan) yang korban PHK dan harus kerja bareng sohibnya Adut (Kristo Immanuel), Tia (Zulfa Maharani), dan Melodi (Kawai Labiba). Rupanya mereka melihat kans menuai cuan dengan mencopet di keramaian Pestapora.
Cara kerjanya bukan kaleng-kaleng. Selain memakai kelihaian jari, mereka juga mengadopsi teori manajemen: planning, organizing, actuating, dan controlling. Harus terukur, bukan sekadar aksi sporadis.
Dominasi komedi membuat lapisan sosial film ini belum tergali tuntas. Tekanan ekonomi yang menghantui karakternya hanya latar, sehingga kritik sosialnya terasa tanggung. Fokus cerita lebih banyak mengikuti nasib Ijal dan rekannya. Meski begitu, bromance mereka tetap memberi emosi. Taruhannya bukan cuma uang, tetapi juga persahabatan.
Dari sisi visual, Edy menunjukkan kelincahannya. Grafis informatif ala Guy Ritchie bikin filmnya terasa luwes dan dinamis, serta memberi identitas pada karyanya. Footage konser yang dikemas dengan pendekatan mokumenter juga menambah kesan hidup dan gahar. Sebagai debut, karya Edy memang menjanjikan. Konsepnya segar, komedinya kuat, dan chemistry pemainnya bekerja dengan baik. Sayangnya, potensi kritik sosial dari premisnya belum dimanfaatkan sepenuhnya. Komedi heist-nya lebih menonjol ketimbang potret kehidupan kelas bawah.
Skor: 7.5/10
review oleh: Bobby Batara