Visual Memukau, Meski Ceritanya Belum Sepenuhnya Menggigit
Drama Korea The East Palace yang baru saja tayang di Netflix di minggu ketiga bulan Juli 2026 ini masih menjadi tontonan hangat pecinta drakor. Hadir dengan konsep yang cukup menarik, yaitu memadukan drama sejarah, fantasi gelap, horor, misteri, dan sedikit komedi dalam satu cerita, drama ini berlatar kerajaan fiktif era Joseon.
Berkisah tentang Gu-cheon (Nam Joo-hyuk), seorang pembasmi roh yang mampu memasuki dunia arwah, serta Saeng-gang (Roh Yoon-seo), seorang dayang istana yang dapat mendengar suara orang yang telah meninggal.
Keduanya kemudian diperintahkan Raja (Cho Seung-woo) untuk menyelidiki berbagai kejadian misterius di Istana Timur. Teror tersebut berkaitan dengan roh jahat dan kutukan yang mengancam keluarga kerajaan. Dari sinilah misteri, politik istana, rahasia masa lalu, hingga dunia arwah mulai terhubung.
Dari sisi karakter, Nam Joo-hyuk tampil cukup berbeda sebagai Gu-cheon. Ia tidak digambarkan sebagai sosok pembasmi roh yang sepenuhnya serius dan sempurna. Gu-cheon justru memiliki sisi sinis, keras kepala, bahkan terkadang kekanak-kanakan. Ya, karakter ini membuatnya terasa lebih manusiawi, meskipun pada beberapa bagian sikapnya bisa terasa menjengkelkan.
Namun, Roh Yoon-seo menjadi salah satu kekuatan terbesar drama ini. Sebagai Saeng-gang, ia mampu menghadirkan karakter yang misterius, kuat, tetapi juga menyimpan luka dan rahasia. Perkembangan karakternya terasa menarik karena Saeng-gang bukan sekadar pendamping Gu-cheon, melainkan memiliki konflik dan perjalanan emosionalnya sendiri. Cho Seung-woo pun memberikan bobot kuat sebagai raja yang berada di tengah tekanan politik, kutukan, dan tragedi keluarganya. Ekspresinya berhasil bikin kita suudzon dari awal hingga akhir.
Dari segi alur, The East Palace cukup berhasil menciptakan rasa penasaran sejak episode pertama. Misteri kematian keluarga kerajaan menjadi pintu masuk yang menarik untuk menjelajahi berbagai rahasia di balik istana. Sayangnya, semakin jauh cerita berjalan, alurnya mulai terasa semakin kompleks. Banyak plot twist yang bisa bikin kamu bingung.
Kekuatan terbesar drama ini justru terletak pada visualnya. Pengambilan gambar terasa sinematik dengan komposisi frame yang detail, permainan cahaya, serta penggunaan warna yang membantu membedakan dunia nyata dan dunia arwah. Efek visual untuk menghadirkan roh dan makhluk supernatural juga cukup impresif, meskipun kualitasnya tidak selalu konsisten di setiap adegan.
Secara keseluruhan, The East Palace adalah drama dengan konsep unik dan visual yang sangat menarik. Bagi penonton yang menyukai drama Korea bergenre fantasi gelap, misteri, horor, dan sejarah, drama ini tetap layak masuk daftar tontonan.
8 Episode
Skor: 7/10 Bintang
review oleh: K. Prabaningrum
Tayang di Netflix