Sajian Apik Neraka Perang di Pasifik
Produksi: HBO
Serial The Pacific seperti merupakan serial suksesor Band Of Brothers. Bedanya, kalau Band of Brothers adalah kisah perang di Eropa saat perang dunia ke-2, maka The Pacific mengisahkan perang melawan Jepang yang terjadi bersamaan di Perang Dunia ke-2.
Setelah Pearl Harbor diserang oleh Jepang, maka AS mau tak mau ikut terlibat dalam perang dunia ke-2. Belum turut campur pada peperangan di Eropa, maka AS mempersiapkan diri untuk berperang di wilayah Pasifik yang luas melawan bala tentara Jepang.Â
Kisah dari The Pacific berbeda dengan Band of Brothers yang fokus pada perjuangan Kompi E (Easy) sepanjang serial selama 10 Episode. The Pacific hanya fokus mengisahkan tiga tokoh utama dalam serial ini.Â

Tiga karakter tersebut adalah Robert Leckie (James Badge Dale), Eugene Sledge (James Badge Dale), serta John Basilone (Jon Seda), yang merupakan tentara marinir AS yang berperang dari satu pulau ke pulau lainnya selama perang melawan Jepang di Pasifik.Â
Kisah dimulai dari Robert Leckie dan John Basilone yang akan berperang awal melawan Jepang. Pada episode pertama dan kedua diperlihatkan dua sosok ini meski tidak bersamaan, namun di medan perang yang sama melawan Jepang di Kepulauan Guadalcanal.Â
Pertempuran Guadalcanal adalah pertempuran awal-awal perang di darat antara Pasukan Marinir AS dan Jepang yang berlangsung sengit. Perebutan Pulau Guadalcanal menjadi sajian utama dalam dua episode ini.

John Basilone yang tampil heroik menjadi terkenal karena dalam satu malam berhasil menghadapi aksi bunuh diri pasukan Jepang untuk menerobos pertahanan dari Pasukan Marinir AS. Sementara neraka perang juga dirasakan oleh Robert Leckie yang juga bertempur di Guadalcanal.
Selanjutnya Eugene Sledge adalah sosok yang mulai ikut berperang di kancah perang. Pertemanannya dengan Snafu menjadi kisah tersendiri selama perang berlangsung. Sampai akhirnya Eugene turut serta pada pertempuran Okinawa yang brutal.Â
Namun, perjalanan peperangan yang dimulai dari Guadalcanal hingga Okinawa berjalan apik. Tidak itu saja, serial The Pacific juga mengisahkan pertempuran di Cape Gloucester, Peleliu, Iwo Jima, hingga Okinawa dikisahkan lewat tiga karakter utama tersebut.Â
Berbeda dengan Band of Brothers, serial The Pacific lebih menekankan drama psikologis yang dialami para prajurit yang berperang di hutan tropis yang ganas dan juga brutalnya perang melawan Jepang. Â

The Pacific tampil kelam dibandingkan Band of Brothers yang lebih menekankan kebersamaan. The Pacific justru tampil seakan melelahkan akan perang yang terjadi. Tidak hanya itu, serial ini lebih terlihat depresif sebagai sebuah ftontonan yang menjual heroisme dalam perang. The Pacific seakan lebih jujur membongkat sisi psikologis prajurit yang berperang, selain dari aksi-aksi heroik selama peperangan.Â
Berbeda dengan Band of Brothers yang ditutup dengan sebuah permainan baseball sembari mengisahkan kemana pada akhirnya prajurit Kompi E, justru The Pacific tampil berani mengisahkan kepulangan prajurit dan hambatan yang dialami pasca perang.
Bahkan Episode terakhir, mengisahkan Eugene yang mengalami trauma masa perang, susahnya mencari pekerjaan pasca perang, serta begitu berbedanya nuansa psikologi para veteran perang di Eropa dengan mereka veteran perang yang bertugas di Perang Pasifik.Â

Secara keseluruhan, The Pacific selama 10 Episode tidak bisa dibilang Band of Brothers Part 2. Karena serial ini jauh berbeda dari tujuan dan pesan didalamnya. Heroisme The Pasific sangat berbeda antara para prajurit marinir dibandingkan para prajurit yang berperang di Eropa.Â
The Pacific tampil selaras seperti dalam film layar lebar Thin Red Lines atau film layar lebar Windtalkers. Neraka Perang Pasifik jauh lebih depresif, kelam, dan brutal dibandingkan perang di front barat pada perang dunia ke-2.
10 Episode
Skor: 8/10 Bintang
Review oleh: John Tirayoh