Monster Frankenstein Folie A Deux
The Bride! (2026) merupakan film romansa bernuansa gotik karya debutan sutradara Maggie Gyllenhaal yang juga merangkap sebagai penulis naskah dan produser. Dibuat berdasarkan inspirasi dari film Bride of Frankenstein (1935) yang diambil dari novel Frankenstein karya Mary Shelley (1818).
Tahun 1936 di Chicago, Mary Shelley bermonolog dari alam baka bahwa dirinya punya kisah kelanjutan dari Frankenstein. Namun tidak bisa dituangkan ke tulisan karena kematiannya. Untuk melanjutkan, Shelley merasuki Ida yang merupakan simpanan mafia bernama Zlatko. Namun saat kerasukan itulah Zlatko merasa terganggu dan menyuruh kaki tangannya untuk menghabisi Ida.
Di Sisi lain, Frank yang merupakan monster ciptaan Dokter Frankenstein, berteman akrab dengan Dokter Cornelia, yang bisa menghidupkan orang mati dan kebetulan mayat tersebut adalah Ida. Kebangkitan Ida membuatnya berhubungan dengan Frank yang gembira karena memiliki teman sehati. Namun seiring waktu, hubungan mereka menjadi kian kompleks.
Ide yang ditawarkan oleh Maggie Gyllenhaal dalam debutnya sebagai sutradara sebenarnya menarik dengan menggabungkan absurditas dunia arwah – komedi gelap – aksi laga dan musikal. Namun justru itu membuat Gyllenhaal terlihat kerepotan dengan tumpang tindihnya cerita, sehingga eksekusi menjadi terganggu.
Malangnya, yang menjadi ‘korban’ kompleksitas cerita semi absurd tersebut adalah Jesse Buckley yang berakting bagus di Hamnet (2025) dan aktor watak Christian Bale. Keduanya malah menjadi overplay dengan berbagai perilaku monster manusianya. Sedikit pujian justru bisa ditujukan kepada Penelope Cruz yang tampil memukau menjadi tandem Peter Sarsgaard.
Gyllenhaal sepertinya membuat film ini hanya bisa diterima di lingkungan terbatas yang bisa memahami absurditas film ini. Nampaknya film ini memang menjadi momen yang kurang tepat karena baru saja rilis dengan Frankenstein (2025) karya Guillermo Del Toro yang megah. Sehingga Christian Bale menjadi lebih ‘konyol’ dibandingkan Jacob Elordi.
Nilai: 5.5/10 Bintang
review oleh: Teguh Firsianto