Perpaduan Jumanji dan Jurassic Park
Film ini menyajikan kombinasi unik antara genre fiksi ilmiah yang dibalut ketegangan serta aksi petualangan. Kisah yang memang memakai aroma fenomena perjalanan mesin waktu dan juga portal dimensi yang tampil sesuai imajinasi sang penulis skenario dan sutradara
Dikisahkan keluarga Pratt yang terdiri dari sepasang suami istri (Greg dan Denise) serta kedua anaknya yang bernama Audrey dan Brian. Keluarga ini tinggal di pemukiman Oak Street dengan era pertengahan 80-an.
Hingga suatu ketika sebuah sinar yang muncul pada malam hari membuat kehidupan keluarga ini menjadi berubah 180 derajat. Pagi hari mereka mendapati bahwa pemukiman tidaklah sama. Oak Street sepertinya menembus waktu yang membuat lingkungan sekeliling menjadi satu antara masa saat ini dan masa pra-sejarah.
Hal ini membuat keluarga Platt dan lingkungan harus berjuang ketika kehadiran para mahluk pra-sejarah muncul dan menjadi hal klasik, yaitu bertahan hidup dengan cara apapun yang bisa dilakukan.
Kelebihan film ini adalah mampu menggambarkan kepada penonton lanskap desain pra-sejarah yang cukup menuntun penonton apa yang terjadi apabila kita hidup di jaman tersebut. Efek visual tampil halus untuk setiap adegan-adegan menegangkan yang terjadi.
Nama Anne Hathaway dan Ewan McGregor tentunya menjadi pondasi kuat untuk mendukung latar cerita. Keduanya mampu memberikan performa akting secara emosional dalam sebuah film survival yang menyajikan tensi tegang.
Sayangnya, film ini meskipun sebuah fiksi ilmiah yang mengambil premis portal waktu, tak begitu banyak untuk dielaborasikan untuk memberikan pembuka kepada penonton sebagai pembuka kisah. Seakan portal waktu atau dimensi lain yang tiba-tiba menjadi kesatuan hadir begitu saja.
Secara keseluruhan, film ini seperti pola film Jumanji orisinil yang hadir pada era tahun 90-an untuk pola dimensi waktu. Perpaduannya adalah ketegangan ala Jurassic Park dengan dinosaurus pemangsa yang tentunya membuat aksi-aksi ketegangan dalam akhir kisah dari pemukiman Oak Street.
Skor: 7/10 Bintang
review oleh: Jonathan Ricky