The Best Boy & Girl Scout
Nama sineas Franklin Darmadi sempat mewarnai sinema Indonesia di era 2000-an. Salah satu filmnya yang paling diingat adalah Ekspedisi Madewa (2006), film petualangan yang terbilang langka pada masanya.Usai membuat Medley (2007), namanya menghilang. Tahun ini Franklin kembali lewat Maju: Jejak Pahit Si Kembang Gula yang juga mengusung genre petualangan.
Bedanya, kali ini target penontonnya anak-anak dan keluarga. Ceritanya tentang empat sahabat, yang menemani guru mereka, Pak Wira, melakukan survei lokasi jambore. Namun perjalanan berubah menjadi menegangkan lantaran salah satu dari mereka, Bagas, mendadak hilang begitu saja.
Sebelum lenyap, Bagas memang menunjukkan tabiat aneh yang membuat teman-temannya sus. Satu-satunya petunjuk yang tertinggal hanyalah potongan kembang gula miliknya. Benda sederhana itu kemudian menjadi kunci untuk mengungkap misteri di balik hilangnya Bagas.
Berbeda dengan Ekspedisi Madewa yang dibintangi nama-nama besar seperti Tora Sudiro dan Marsha Timothy, Maju lebih mengandalkan para pemain asal Yogyakarta. Hanya Sarah Sechan dan Unang Bagito yang menjadi akrab di mata penonton nasional. Meski tampil sederhana, film ini tetap menyimpan kekuatan.
Dari sisi teknis, Maju cukup meyakinkan sebagai film petualangan dengan balutan aksi, meski digarap dalam skala yang minimalis. Ceritanya pun mampu menjaga rasa kepo dan menaikkan tensi yang pas untuk penonton anak. Di tengah minimnya film petualangan lokal, setelah Petualangan Sherina atau Lima Elang, kehadiran Maju bak angin segar.
Menariknya, film ini tak hanya mengangkat tema persahabatan dan kolaborasi. Franklin menyisipkan misteri bergaya whodunnit yang membuat penonton ikut menebak siapa dalang di balik hilangnya sang bocah. Untuk film kategori Semua Umur, pendekatan ini terasa efektif dan menghibur.
Nilai tambah lain hadir lewat pesan yang disampaikan. Tanpa terasa menggurui, Maju mengangkat bahaya penyalahgunaan narkoba yang menyasar anak-anak dan remaja. Pesan tersebut menyatu dengan petualangan para tokohnya, sehingga terasa lebih mudah diterima oleh penonton muda.
Skor: 7/10 Bintang
review oleh: Bobby Batara