Angkat Ritual Mencekam, Namun Cerita Kurang Maksimal
The Tao Exorcist (2026) hadir sebagai salah satu film horor Asia yang mencoba mengangkat ritual Taoisme sebagai fondasi utama ceritanya. Tayang 5 Agustus 2026, film ini menggabungkan unsur supranatural, misteri keluarga, hingga praktik pengusiran roh yang menawarkan atmosfer kelam yang konsisten sejak awal. Bagi pencinta horor Taiwan, film ini mampu memberikan sensasi tegang lewat visual ritual yang jarang diangkat dalam film horor arus utama.
Dari sisi cerita, The Tao Exorcist sebenarnya memiliki premis yang menarik. Kisah seorang pengusir roh muda yang berusaha mengungkap penyebab kerasukan seorang gadis, berkembang menjadi misteri yang melibatkan ritual terlarang dan rahasia kelam masa lalu. Sayangnya, pengembangan cerita terasa kurang rapi.
Beberapa konflik yang seharusnya menjadi kejutan justru mudah ditebak, sementara sejumlah subplot muncul tanpa mendapatkan penyelesaian yang memuaskan. Tempo film juga terasa naik turun sehingga ketegangan yang sudah dibangun beberapa kali terasa kehilangan momentum. Alhasil, cerita yang seharusnya emosional justru terasa kurang membekas ketika mencapai klimaks.
Dari segi keaktoran dan pendalaman karakter, para pemain tampil cukup meyakinkan. Tokoh utama berhasil menunjukkan pergulatan batin antara rasa takut, tanggung jawab, dan keinginannya menyelamatkan korban. Karakter Nianqi juga mampu menghadirkan ekspresi yang mengundang simpati sekaligus rasa tidak nyaman ketika mulai berada di bawah pengaruh kekuatan jahat. Namun, film ini kurang memberikan ruang bagi penonton untuk benar-benar mengenal latar belakang para karakternya. Akibatnya, ikatan emosional dengan tokoh terasa kurang kuat sehingga beberapa adegan dramatis tidak memberikan dampak maksimal. Ditambah adanya adegan-adegan yang dirasa nanggung, terutama pada saat menjelang akhir.
Meski begitu, salah satu nilai terbaik film ini berada pada visualnya. Tata sinematografi berhasil menciptakan suasana suram dengan dominasi pencahayaan redup yang memperkuat nuansa mistis. Adegan ritual Tao disajikan dengan detail yang menarik, mulai dari penggunaan jimat, altar, simbol-simbol spiritual, hingga koreografi prosesi pengusiran roh yang terasa autentik. Desain suara juga menjadi kekuatan penting karena mampu membangun rasa tidak nyaman bahkan sebelum kemunculan sosok supranatural. Efek visual memang tidak berlebihan, tetapi cukup efektif untuk mendukung atmosfer horor tanpa terlihat murahan.
Meski demikian, film ini memiliki beberapa kekurangan. Naskah menjadi titik terlemah karena terlalu banyak ide yang dimasukkan tanpa eksplorasi yang mendalam. Beberapa keputusan karakter terasa kurang logis sehingga memunculkan pertanyaan di tengah cerita. Selain itu, penyelesaian akhir terasa terburu-buru dan belum mampu memberikan kepuasan setelah misteri yang dibangun sepanjang film. Penonton yang mengharapkan kejutan besar kemungkinan akan merasa klimaksnya masih kurang menggigit.
Walaupun belum mampu menyamai kekuatan film horor Asia seperti Incantation dalam membangun ketegangan dan kedalaman cerita, The Tao Exorcist tetap menawarkan pengalaman menonton yang cukup menghibur dengan sentuhan budaya Tao yang menjadi identitas utamanya.
Skor: 6/10 Bintang
review oleh: K. Prabaningrum